SERIAL KE 9 EDUKASI 1 MENIT 1 INFORMASI KESEHATAN

facebook sharing button
twitter sharing button
whatsapp sharing button
telegram sharing button
gmail sharing button
sharethis sharing button

SERIAL KE-9 “1 MENIT 1 INFORMASI KESEHATAN”

PENYAKIT RABIES

Hai Sobat Sehat Pasbar

    UPT Puskesmas Pasar Baru memperingati Hari Rabies Sedunia yang diperingati setiap 28 September 2026 melalui edukasi kesehatan dalam rangkaian “1 Menit 1 Informasi Kesehatan” Serial ke-9.

    Edukasi kali ini mengangkat tema “Penyakit Rabies”, sebagai upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai bahaya rabies, cara mencegah penularan, serta langkah yang tepat setelah mengalami gigitan atau cakaran hewan yang berisiko menularkan rabies.

Apa Itu Rabies?

    Rabies adalah penyakit infeksi pada sistem saraf pusat yang disebabkan oleh virus rabies. Penyakit ini dapat menyerang manusia dan berbagai hewan mamalia.

    Virus rabies terutama ditularkan melalui air liur hewan yang terinfeksi, paling sering melalui gigitan. Anjing merupakan sumber utama penularan rabies pada manusia di banyak wilayah, tetapi hewan mamalia lain seperti kucing dan hewan lainnya juga dapat menjadi sumber pajanan.

 Insidens Rabies

    Rabies masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di berbagai negara, termasuk Indonesia. Penularan pada manusia umumnya berkaitan dengan gigitan atau pajanan air liur hewan penular rabies.

    Karena rabies dapat dicegah apabila penanganan dilakukan segera setelah pajanan, masyarakat perlu mengetahui bahwa setiap gigitan atau cakaran dari hewan yang dicurigai berisiko rabies harus segera mendapatkan penilaian tenaga kesehatan.

Gejala dan Keluhan

Pada tahap awal, gejala dapat menyerupai penyakit lainnya, antara lain:

·      Demam dan rasa tidak enak badan.

·      Sakit kepala.

·      Lemas.

·      Mual atau muntah.

·      Nyeri atau rasa tidak nyaman pada lokasi gigitan.

·      Kesemutan, rasa terbakar atau sensasi aneh di sekitar luka.

Apabila penyakit berkembang, dapat muncul gejala yang lebih berat seperti:

·         Takut terhadap air (hidrofobia).

·         Sensitif terhadap hembusan udara (aerofobia).

·         Gelisah, bingung atau perubahan perilaku.

·         Kesulitan menelan.

·         Kejang.

·         Kelumpuhan.

·         Gangguan kesadaran hingga koma.

    Rabies yang sudah menimbulkan gejala klinis hampir selalu berakibat fatal. Oleh karena itu, pencegahan dan pertolongan setelah pajanan sangat penting.

Pencegahan Rabies

Masyarakat dapat membantu mencegah rabies dengan:

1. Melakukan vaksinasi hewan peliharaan sesuai anjuran dokter hewan/dinas terkait.

2.    Tidak membiarkan hewan peliharaan berkeliaran tanpa pengawasan.

3. Menghindari kontak dengan hewan yang tidak dikenal atau menunjukkan perilaku tidak normal.

4.   Mengajarkan anak-anak untuk tidak mendekati atau mengganggu hewan secara sembarangan.

5.    Segera melapor kepada petugas terkait apabila terdapat hewan yang dicurigai terinfeksi rabies.

6.    Segera mencari pertolongan medis setelah mengalami gigitan, cakaran, atau pajanan air liur hewan yang berisiko.

PERTOLONGAN PERTAMA JIKA TERGIGIT ANJING, KUCING, ATAU HEWAN BERISIKO

Jangan menunggu munculnya gejala!

1.    CUCI LUKA
Segera cuci luka dengan air mengalir dan sabun selama sekitar 15 menit. Setelah itu dapat diberikan antiseptik.

2.    LAPOR & PERIKSA
Segera datang ke Puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan penilaian terhadap risiko pajanan dan penanganan yang diperlukan.

3.    VAKSINASI
Bila dinilai memiliki risiko pajanan rabies, tenaga kesehatan akan menentukan kebutuhan Vaksin Anti Rabies (VAR) dan, pada kondisi tertentu, Serum Anti Rabies (SAR) sesuai indikasi

 

    Jangan mengoleskan bahan-bahan yang dapat mengiritasi luka, jangan membakar luka, dan jangan menunda pemeriksaan.

Komplikasi Rabies

    Jika virus telah mencapai sistem saraf dan penyakit berkembang menjadi rabies klinis, komplikasi dapat berupa gangguan saraf berat, kelumpuhan, kejang, gangguan pernapasan, koma hingga kematian.

Karena itu, pesan penting dalam edukasi 1 Menit 1 Informasi Kesehatan Serial ke-9 adalah:

 WASPADA RABIES
SAYANGI HEWAN
LINDUNGI SESAMA

3 LANGKAH PENTING:
CUCI LUKA → LAPOR → VAKSINASI

Mari bersama meningkatkan kewaspadaan terhadap rabies. Jangan menunggu gejala muncul—segera periksa setelah mengalami gigitan atau pajanan dari hewan yang berisiko.

UPT Puskesmas Pasar Baru Kota Tangerang
SEHAT ANDA TUJUAN KAMI
Pesona Baru UPT Puskesmas Pasar Baru

Tanggal 29 September 2026