SERIAL KE 9 EDUKASI 1 MENIT 1 INFORMASI KESEHATAN
SERIAL KE-9 “1 MENIT 1 INFORMASI
KESEHATAN”
PENYAKIT RABIES
Hai
Sobat Sehat Pasbar
UPT
Puskesmas Pasar Baru memperingati Hari Rabies Sedunia yang diperingati setiap 28
September 2026 melalui edukasi kesehatan dalam rangkaian “1 Menit 1 Informasi
Kesehatan” Serial ke-9.
Edukasi
kali ini mengangkat tema “Penyakit Rabies”, sebagai upaya meningkatkan
pengetahuan masyarakat mengenai bahaya rabies, cara mencegah penularan, serta
langkah yang tepat setelah mengalami gigitan atau cakaran hewan yang berisiko
menularkan rabies.
Apa
Itu Rabies?
Rabies
adalah penyakit infeksi pada sistem saraf pusat yang disebabkan oleh virus
rabies. Penyakit ini dapat menyerang manusia dan berbagai hewan mamalia.
Virus
rabies terutama ditularkan melalui air liur hewan yang terinfeksi, paling
sering melalui gigitan. Anjing merupakan sumber utama penularan rabies pada
manusia di banyak wilayah, tetapi hewan mamalia lain seperti kucing dan hewan
lainnya juga dapat menjadi sumber pajanan.
Insidens Rabies
Rabies
masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di berbagai negara, termasuk
Indonesia. Penularan pada manusia umumnya berkaitan dengan gigitan atau pajanan
air liur hewan penular rabies.
Karena
rabies dapat dicegah apabila penanganan dilakukan segera setelah pajanan,
masyarakat perlu mengetahui bahwa setiap gigitan atau cakaran dari hewan yang
dicurigai berisiko rabies harus segera mendapatkan penilaian tenaga kesehatan.
Gejala
dan Keluhan
Pada
tahap awal, gejala dapat menyerupai penyakit lainnya, antara lain:
·
Demam
dan rasa tidak enak badan.
·
Sakit
kepala.
·
Lemas.
·
Mual
atau muntah.
·
Nyeri
atau rasa tidak nyaman pada lokasi gigitan.
·
Kesemutan,
rasa terbakar atau sensasi aneh di sekitar luka.
Apabila
penyakit berkembang, dapat muncul gejala yang lebih berat seperti:
·
Takut
terhadap air (hidrofobia).
·
Sensitif
terhadap hembusan udara (aerofobia).
·
Gelisah,
bingung atau perubahan perilaku.
·
Kesulitan
menelan.
·
Kejang.
·
Kelumpuhan.
·
Gangguan
kesadaran hingga koma.
Rabies
yang sudah menimbulkan gejala klinis hampir selalu berakibat fatal. Oleh karena
itu, pencegahan dan pertolongan setelah pajanan sangat penting.
Pencegahan
Rabies
Masyarakat
dapat membantu mencegah rabies dengan:
1. Melakukan
vaksinasi hewan peliharaan sesuai anjuran dokter hewan/dinas terkait.
2.
Tidak
membiarkan hewan peliharaan berkeliaran tanpa pengawasan.
3. Menghindari
kontak dengan hewan yang tidak dikenal atau menunjukkan perilaku tidak normal.
4. Mengajarkan
anak-anak untuk tidak mendekati atau mengganggu hewan secara sembarangan.
5.
Segera
melapor kepada petugas terkait apabila terdapat hewan yang dicurigai terinfeksi
rabies.
6.
Segera
mencari pertolongan medis setelah mengalami gigitan, cakaran, atau pajanan air
liur hewan yang berisiko.
PERTOLONGAN
PERTAMA JIKA TERGIGIT ANJING, KUCING, ATAU HEWAN BERISIKO
Jangan
menunggu munculnya gejala!
1.
CUCI
LUKA
Segera cuci luka dengan air mengalir dan sabun selama sekitar 15 menit. Setelah
itu dapat diberikan antiseptik.
2.
LAPOR
& PERIKSA
Segera datang ke Puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan
penilaian terhadap risiko pajanan dan penanganan yang diperlukan.
3.
VAKSINASI
Bila dinilai memiliki risiko pajanan rabies, tenaga kesehatan akan menentukan
kebutuhan Vaksin Anti Rabies (VAR) dan, pada kondisi tertentu, Serum Anti
Rabies (SAR) sesuai indikasi
Jangan mengoleskan bahan-bahan yang
dapat mengiritasi luka, jangan membakar luka, dan jangan menunda pemeriksaan.
Komplikasi
Rabies
Jika
virus telah mencapai sistem saraf dan penyakit berkembang menjadi rabies
klinis, komplikasi dapat berupa gangguan saraf berat, kelumpuhan, kejang,
gangguan pernapasan, koma hingga kematian.
Karena itu,
pesan penting dalam edukasi 1 Menit 1 Informasi Kesehatan Serial ke-9 adalah:
WASPADA RABIES
SAYANGI HEWAN
LINDUNGI SESAMA
3 LANGKAH
PENTING:
CUCI LUKA → LAPOR → VAKSINASI
Mari bersama
meningkatkan kewaspadaan terhadap rabies. Jangan menunggu gejala muncul—segera
periksa setelah mengalami gigitan atau pajanan dari hewan yang berisiko.
UPT
Puskesmas Pasar Baru Kota Tangerang
SEHAT ANDA TUJUAN KAMI
Pesona Baru UPT Puskesmas Pasar Baru
Tanggal 29 September 2026
