SERIAL KE 8 EDUKASI 1 MENIT 1 INFORMASI KESEHATAN
SERIAL KE 8 EDUKASI 1 MENIT 1 INFORMASI
KESEHATAN
ANEMIA: KENALI, CEGAH, DAN ATASI SEJAK
DINI
Remaja
putri sering lemas, mudah lelah, pusing, atau sulit berkonsentrasi?
Jangan dianggap sepele. Salah satu penyebabnya bisa anemia.
Apa
itu Anemia?
Anemia
adalah kondisi ketika kadar hemoglobin (Hb) atau jumlah sel darah merah lebih
rendah dari normal, sehingga kemampuan darah membawa oksigen ke seluruh tubuh
berkurang. Penyebab anemia beragam, dan kekurangan zat besi merupakan salah
satu penyebab gizi yang paling umum.
Bagaimana
Insidens/Angkanya?
Anemia
masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia. Menurut estimasi WHO
terbaru, pada 2025 sekitar 30,7% perempuan usia 15–49 tahun di dunia mengalami
anemia, termasuk sekitar 30,5% pada perempuan yang tidak hamil.
Di
Indonesia, Riskesdas mencatat prevalensi
anemia sebesar 32% pada kelompok usia 15–24 tahun, atau sekitar 3 dari 10 orang
pada kelompok usia tersebut.
Gejala
Anemia
Gejala
dapat berbeda-beda dan pada anemia ringan seseorang bahkan dapat tidak
merasakan keluhan. Beberapa tanda yang dapat muncul antara lain:
·
Mudah
lelah dan lemas
·
Pusing
atau berkunang-kunang
·
Kulit
terlihat lebih pucat
·
Mengantuk
atau kurang bertenaga
·
Sulit
berkonsentrasi
·
Jantung
berdebar
·
Sesak
napas, terutama pada anemia yang lebih berat
Faktor
Risiko
Beberapa
kondisi yang dapat meningkatkan risiko anemia antara lain:
1.
Kekurangan
zat besi
Kurang mengonsumsi
makanan sumber zat besi
2.
Menstruasi
Remaja putri kehilangan darah setiap bulan sehingga kebutuhan zat besinya perlu
diperhatikan.
3.
Pola
makan kurang beragam
Asupan zat besi, folat, vitamin B12, protein, dan zat gizi lainnya tidak
mencukupi
4.
Penyakit
atau infeksi tertentu
Anemia juga dapat berkaitan dengan penyakit kronis, peradangan, infeksi,
gangguan penyerapan zat gizi, atau kelainan darah tertentu.)
Cara
Mencegah Anemia
Yuk,
mulai dari kebiasaan sederhana:
1.
Konsumsi
makanan sumber zat besi dan protein, seperti daging, ikan, telur, hati,
kacang-kacangan, dan sayuran hijau.
2.
Konsumsi
makanan sumber vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi.
3.
Terapkan
pola makan bergizi seimbang dan beragam.
4. Remaja
putri dianjurkan mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) 1 tablet setiap minggu
sesuai program dan anjuran tenaga kesehatan.
Lakukan pemeriksaan
Hb apabila memiliki gejala atau sesuai program skrining kesehatan.
Bagaimana
Terapinya?
Terapi
anemia bergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Pada anemia akibat
kekurangan zat besi, tenaga kesehatan dapat memberikan suplementasi zat
besi/TTD disertai perbaikan pola makan. Bila penyebabnya adalah perdarahan,
infeksi, penyakit kronis, kekurangan vitamin, atau kelainan darah, maka
penyebab tersebut juga perlu ditangani.
Jangan
mengonsumsi suplemen zat besi dosis tinggi secara sembarangan. Pemeriksaan dan
anjuran tenaga kesehatan diperlukan terutama bila anemia sudah terdiagnosis.
Apa
Komplikasi Jika Dibiarkan?
Anemia
yang tidak ditangani dapat menyebabkan:
·
Tubuh
mudah lelah dan produktivitas menurun
·
Gangguan
konsentrasi dan kemampuan belajar
·
Menurunnya
kemampuan melakukan aktivitas fisik
·
Pada
kondisi berat dapat terjadi sesak dan gangguan fungsi jantung
·
Pada
perempuan yang kemudian mengalami kehamilan, anemia dapat meningkatkan risiko
berbagai komplikasi kehamilan dan hasil kelahiran yang kurang baik
Remaja sehat, bebas anemia!
Kenali
gejalanya → Periksa Hb → Konsumsi makanan bergizi → Minum TTD sesuai anjuran →
Konsultasikan dengan tenaga kesehatan.
“REMAJA
PUTRI: CEGAH ANEMIA, TETAP SEHAT DAN BERPRESTASI!”
Pesona Baru UPT Puskesmas Pasar Baru
Tanggal 28 September 2026
