SERIAL KE 8 EDUKASI 1 MENIT 1 INFORMASI KESEHATAN

facebook sharing button
twitter sharing button
whatsapp sharing button
telegram sharing button
gmail sharing button
sharethis sharing button

SERIAL KE 8 EDUKASI 1 MENIT 1 INFORMASI KESEHATAN

ANEMIA: KENALI, CEGAH, DAN ATASI SEJAK DINI

Remaja putri sering lemas, mudah lelah, pusing, atau sulit berkonsentrasi?
Jangan dianggap sepele. Salah satu penyebabnya bisa anemia.

Apa itu Anemia?

    Anemia adalah kondisi ketika kadar hemoglobin (Hb) atau jumlah sel darah merah lebih rendah dari normal, sehingga kemampuan darah membawa oksigen ke seluruh tubuh berkurang. Penyebab anemia beragam, dan kekurangan zat besi merupakan salah satu penyebab gizi yang paling umum.

Bagaimana Insidens/Angkanya?

    Anemia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia. Menurut estimasi WHO terbaru, pada 2025 sekitar 30,7% perempuan usia 15–49 tahun di dunia mengalami anemia, termasuk sekitar 30,5% pada perempuan yang tidak hamil.

    Di Indonesia, Riskesdas  mencatat prevalensi anemia sebesar 32% pada kelompok usia 15–24 tahun, atau sekitar 3 dari 10 orang pada kelompok usia tersebut.

Gejala Anemia

    Gejala dapat berbeda-beda dan pada anemia ringan seseorang bahkan dapat tidak merasakan keluhan. Beberapa tanda yang dapat muncul antara lain:

·         Mudah lelah dan lemas

·         Pusing atau berkunang-kunang

·         Kulit terlihat lebih pucat

·         Mengantuk atau kurang bertenaga

·         Sulit berkonsentrasi

·         Jantung berdebar

·         Sesak napas, terutama pada anemia yang lebih berat

Faktor Risiko

Beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko anemia antara lain:

1.    Kekurangan zat besi

Kurang mengonsumsi makanan sumber zat besi

2.    Menstruasi
Remaja putri kehilangan darah setiap bulan sehingga kebutuhan zat besinya perlu diperhatikan.

3.    Pola makan kurang beragam
Asupan zat besi, folat, vitamin B12, protein, dan zat gizi lainnya tidak mencukupi

4.    Penyakit atau infeksi tertentu
Anemia juga dapat berkaitan dengan penyakit kronis, peradangan, infeksi, gangguan penyerapan zat gizi, atau kelainan darah tertentu.)

Cara Mencegah Anemia

Yuk, mulai dari kebiasaan sederhana:

1.    Konsumsi makanan sumber zat besi dan protein, seperti daging, ikan, telur, hati, kacang-kacangan, dan sayuran hijau.

2.    Konsumsi makanan sumber vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi.

3.    Terapkan pola makan bergizi seimbang dan beragam.

4.   Remaja putri dianjurkan mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) 1 tablet setiap minggu sesuai program dan anjuran tenaga kesehatan.

 

    Lakukan pemeriksaan Hb apabila memiliki gejala atau sesuai program skrining kesehatan.

Bagaimana Terapinya?

    Terapi anemia bergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Pada anemia akibat kekurangan zat besi, tenaga kesehatan dapat memberikan suplementasi zat besi/TTD disertai perbaikan pola makan. Bila penyebabnya adalah perdarahan, infeksi, penyakit kronis, kekurangan vitamin, atau kelainan darah, maka penyebab tersebut juga perlu ditangani.

    Jangan mengonsumsi suplemen zat besi dosis tinggi secara sembarangan. Pemeriksaan dan anjuran tenaga kesehatan diperlukan terutama bila anemia sudah terdiagnosis.

Apa Komplikasi Jika Dibiarkan?

Anemia yang tidak ditangani dapat menyebabkan:

·         Tubuh mudah lelah dan produktivitas menurun

·         Gangguan konsentrasi dan kemampuan belajar

·         Menurunnya kemampuan melakukan aktivitas fisik

·         Pada kondisi berat dapat terjadi sesak dan gangguan fungsi jantung

·         Pada perempuan yang kemudian mengalami kehamilan, anemia dapat meningkatkan risiko berbagai komplikasi kehamilan dan hasil kelahiran yang kurang baik

 Remaja sehat, bebas anemia!

Kenali gejalanya → Periksa Hb → Konsumsi makanan bergizi → Minum TTD sesuai anjuran → Konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

“REMAJA PUTRI: CEGAH ANEMIA, TETAP SEHAT DAN BERPRESTASI!”

Pesona Baru UPT Puskesmas Pasar Baru

Tanggal 28 September 2026