UPT PUSKESMAS PASAR BARU SERAHKAN BANTUAN SUSU BAGI BALITA TERDAMPAK PAJANAN TIMBAL
UPT PUSKESMAS PASAR BARU SERAHKAN
BANTUAN SUSU BAGI BALITA TERDAMPAK PAJANAN TIMBAL (PB)
Hai
Sobat Sehat Pasbar
UPT Puskesmas Pasar Baru pada hari
Sabtu tanggal 22 Agustus 2026 jam 09.00 wib bertempat di Aula Puskesmas Pasar
Baru melaksanakan kegiatan penyerahan bantuan susu bagi balita yang
teridentifikasi memiliki kadar timbal (Pb) dalam darah di wilayah kerja UPT
Puskesmas Pasar Baru. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya dukungan
terhadap kesehatan dan pemenuhan kebutuhan gizi anak sekaligus meningkatkan
perhatian orang tua terhadap bahaya pajanan timbal.
Dari 33 balita di wilayah kerja UPT
Puskesmas Pasar Baru yang telah menjalani pemeriksaan laboratorium melalui pengambilan
sampel darah, terdapat 24 balita yang teridentifikasi memiliki hasil kadar
timbal darah >5,5 µg/dL. Hasil pemeriksaan tersebut menjadi perhatian
bersama untuk melakukan tindak lanjut, pemantauan kesehatan, edukasi keluarga,
serta upaya mengurangi atau menghentikan sumber pajanan timbal.
Penyerahan bantuan susu diharapkan
dapat membantu mendukung pemenuhan nutrisi balita, terutama dalam rangka
mendukung tumbuh kembang anak. Bantuan susu merupakan dukungan nutrisi dan
bukan terapi untuk menghilangkan timbal dari tubuh, sehingga upaya utama tetap
mencakup identifikasi dan pengendalian sumber pajanan, pemantauan medis, serta
tindak lanjut sesuai hasil pemeriksaan dan kondisi masing-masing anak.
Mengenal
Pajanan Timbal (Pb)
Timbal
atau Pb (lead) merupakan logam beracun yang tidak memiliki fungsi biologis bagi
tubuh. Timbal dapat masuk ke dalam tubuh melalui terhirupnya debu atau partikel
yang mengandung timbal maupun tertelannya makanan, air, tanah, atau debu yang
terkontaminasi. Anak-anak merupakan kelompok yang sangat rentan karena sistem
saraf dan organ tubuh mereka masih berkembang, serta perilaku memasukkan tangan
atau benda ke dalam mulut meningkatkan kemungkinan tertelannya debu atau
material yang terkontaminasi.
WHO
menyatakan bahwa tidak ada kadar paparan timbal yang diketahui benar-benar aman
bagi kesehatan, dan pada kadar ≥5 µg/dL sumber pajanan perlu diidentifikasi
serta dilakukan tindakan untuk mengurangi atau menghentikan pajanan.
Sumber
Pajanan Timbal
Pajanan
timbal dapat berasal dari berbagai lingkungan dan produk. Beberapa sumber yang
perlu diwaspadai antara lain:
· Cat
lama atau cat yang mengandung timbal, terutama cat yang mengelupas atau
menghasilkan debu.
·
Debu
dan tanah yang terkontaminasi.
· Asap
atau emisi dari kegiatan industri, pembakaran, peleburan, dan daur ulang
baterai.
· Air
yang terkontaminasi dari pipa, sambungan atau perlengkapan yang mengandung
timbal.
· Mainan,
perhiasan, keramik, atau produk tertentu yang mengandung timbal.
·
Makanan
atau bahan pangan yang terkontaminasi.
· Beberapa
kosmetik, obat tradisional, atau produk impor tertentu yang mengandung timbal.
Dampak
Pajanan Timbal bagi Anak
Pajanan
timbal sangat berbahaya bagi anak karena dapat memengaruhi perkembangan otak
dan sistem saraf. Bahkan pada kadar yang relatif rendah, pajanan dapat
berkaitan dengan penurunan kemampuan belajar, gangguan perhatian, perubahan
perilaku dan penurunan kemampuan kognitif atau IQ. Pajanan timbal juga dapat
menyebabkan gangguan pertumbuhan, anemia, gangguan ginjal dan gangguan sistem
kekebalan tubuh. Dampak pada perkembangan saraf dapat bersifat menetap.
Karena
anak sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas pada awal pajanan,
pemeriksaan kadar timbal dalam darah menjadi penting pada anak yang memiliki
faktor risiko atau dugaan pajanan.
Dampak
bagi Orang Dewasa
Pajanan
timbal juga dapat berdampak terhadap kesehatan orang dewasa. Pajanan jangka
panjang dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, penyakit kardiovaskular
dan gangguan fungsi ginjal, serta dapat memengaruhi sistem saraf, darah dan
sistem reproduksi. Pada ibu hamil, pajanan timbal juga dapat membahayakan
perkembangan janin.
Pencegahan
Pajanan Timbal Dimulai dari Rumah
Pencegahan
merupakan langkah penting karena dampak kesehatan akibat timbal pada dasarnya
dapat dicegah. Masyarakat dapat melakukan beberapa langkah sederhana, antara
lain:
1. Kenali
dan hentikan sumber pajanan timbal di lingkungan rumah maupun tempat bermain
anak.
2.
Jaga
kebersihan rumah, terutama dengan membersihkan debu secara rutin menggunakan
cara yang tidak menyebarkan debu ke udara.
3.
Biasakan
anak mencuci tangan sebelum makan dan setelah bermain di luar rumah.
4. Jauhkan
anak dari tanah, debu, cat mengelupas, atau benda yang dicurigai mengandung
timbal.
5. Gunakan
air bersih dan pastikan peralatan penyimpanan air serta perlengkapan rumah
tangga aman.
6. Pilih
mainan, alat makan, keramik dan produk anak yang aman serta memiliki standar
yang sesuai.
7. Berikan
makanan bergizi seimbang dengan kecukupan zat besi, kalsium dan vitamin sesuai
kebutuhan anak.
8. Orang
tua atau anggota keluarga yang bekerja di lingkungan yang berisiko terpapar
timbal perlu memperhatikan kebersihan diri dan pakaian sebelum kembali
berinteraksi dengan anak.
9. Anak
dengan faktor risiko atau hasil pemeriksaan kadar timbal yang meningkat perlu
mendapatkan pemantauan dan tindak lanjut dari tenaga kesehatan.
Melalui
kegiatan penyerahan bantuan susu ini, UPT Puskesmas Pasar Baru berharap
dukungan terhadap balita terdampak dapat berjalan beriringan dengan edukasi
keluarga, pemantauan tumbuh kembang, dan pengendalian sumber pajanan timbal di
lingkungan.
Mari
bersama-sama mengenali sumber pajanan, mencegah paparan, memenuhi kebutuhan
gizi anak, dan memastikan balita mendapatkan pemantauan kesehatan secara
berkelanjutan.
UPT
Puskesmas Pasar Baru
Lindungi Anak, Cegah Pajanan Timbal, Wujudkan
Generasi Sehat.
“SEHAT ANDA TUJUAN KAMI”
Pesona
Baru UPT Puskesmas Pasar Baru
Tanggal
22 Agustus 2026
