UPT PUSKESMAS PASAR BARU SERAHKAN BANTUAN SUSU BAGI BALITA TERDAMPAK PAJANAN TIMBAL

facebook sharing button
twitter sharing button
whatsapp sharing button
telegram sharing button
gmail sharing button
sharethis sharing button

UPT PUSKESMAS PASAR BARU SERAHKAN BANTUAN SUSU BAGI BALITA TERDAMPAK PAJANAN TIMBAL (PB)

Hai Sobat Sehat Pasbar

       UPT Puskesmas Pasar Baru pada hari Sabtu tanggal 22 Agustus 2026 jam 09.00 wib bertempat di Aula Puskesmas Pasar Baru melaksanakan kegiatan penyerahan bantuan susu bagi balita yang teridentifikasi memiliki kadar timbal (Pb) dalam darah di wilayah kerja UPT Puskesmas Pasar Baru. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya dukungan terhadap kesehatan dan pemenuhan kebutuhan gizi anak sekaligus meningkatkan perhatian orang tua terhadap bahaya pajanan timbal.

       Dari 33 balita di wilayah kerja UPT Puskesmas Pasar Baru yang telah menjalani pemeriksaan laboratorium melalui pengambilan sampel darah, terdapat 24 balita yang teridentifikasi memiliki hasil kadar timbal darah >5,5 µg/dL. Hasil pemeriksaan tersebut menjadi perhatian bersama untuk melakukan tindak lanjut, pemantauan kesehatan, edukasi keluarga, serta upaya mengurangi atau menghentikan sumber pajanan timbal.

       Penyerahan bantuan susu diharapkan dapat membantu mendukung pemenuhan nutrisi balita, terutama dalam rangka mendukung tumbuh kembang anak. Bantuan susu merupakan dukungan nutrisi dan bukan terapi untuk menghilangkan timbal dari tubuh, sehingga upaya utama tetap mencakup identifikasi dan pengendalian sumber pajanan, pemantauan medis, serta tindak lanjut sesuai hasil pemeriksaan dan kondisi masing-masing anak.

Mengenal Pajanan Timbal (Pb)

    Timbal atau Pb (lead) merupakan logam beracun yang tidak memiliki fungsi biologis bagi tubuh. Timbal dapat masuk ke dalam tubuh melalui terhirupnya debu atau partikel yang mengandung timbal maupun tertelannya makanan, air, tanah, atau debu yang terkontaminasi. Anak-anak merupakan kelompok yang sangat rentan karena sistem saraf dan organ tubuh mereka masih berkembang, serta perilaku memasukkan tangan atau benda ke dalam mulut meningkatkan kemungkinan tertelannya debu atau material yang terkontaminasi.

    WHO menyatakan bahwa tidak ada kadar paparan timbal yang diketahui benar-benar aman bagi kesehatan, dan pada kadar ≥5 µg/dL sumber pajanan perlu diidentifikasi serta dilakukan tindakan untuk mengurangi atau menghentikan pajanan.

Sumber Pajanan Timbal

Pajanan timbal dapat berasal dari berbagai lingkungan dan produk. Beberapa sumber yang perlu diwaspadai antara lain:

·   Cat lama atau cat yang mengandung timbal, terutama cat yang mengelupas atau menghasilkan debu.

·         Debu dan tanah yang terkontaminasi.

·       Asap atau emisi dari kegiatan industri, pembakaran, peleburan, dan daur ulang baterai.

·    Air yang terkontaminasi dari pipa, sambungan atau perlengkapan yang mengandung timbal.

·   Mainan, perhiasan, keramik, atau produk tertentu yang mengandung timbal.

·         Makanan atau bahan pangan yang terkontaminasi.

·     Beberapa kosmetik, obat tradisional, atau produk impor tertentu yang mengandung timbal.

Dampak Pajanan Timbal bagi Anak

    Pajanan timbal sangat berbahaya bagi anak karena dapat memengaruhi perkembangan otak dan sistem saraf. Bahkan pada kadar yang relatif rendah, pajanan dapat berkaitan dengan penurunan kemampuan belajar, gangguan perhatian, perubahan perilaku dan penurunan kemampuan kognitif atau IQ. Pajanan timbal juga dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan, anemia, gangguan ginjal dan gangguan sistem kekebalan tubuh. Dampak pada perkembangan saraf dapat bersifat menetap.

    Karena anak sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas pada awal pajanan, pemeriksaan kadar timbal dalam darah menjadi penting pada anak yang memiliki faktor risiko atau dugaan pajanan.

Dampak bagi Orang Dewasa

    Pajanan timbal juga dapat berdampak terhadap kesehatan orang dewasa. Pajanan jangka panjang dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, penyakit kardiovaskular dan gangguan fungsi ginjal, serta dapat memengaruhi sistem saraf, darah dan sistem reproduksi. Pada ibu hamil, pajanan timbal juga dapat membahayakan perkembangan janin.

Pencegahan Pajanan Timbal Dimulai dari Rumah

    Pencegahan merupakan langkah penting karena dampak kesehatan akibat timbal pada dasarnya dapat dicegah. Masyarakat dapat melakukan beberapa langkah sederhana, antara lain:

1.  Kenali dan hentikan sumber pajanan timbal di lingkungan rumah maupun tempat bermain anak.

2.    Jaga kebersihan rumah, terutama dengan membersihkan debu secara rutin menggunakan cara yang tidak menyebarkan debu ke udara.

3.    Biasakan anak mencuci tangan sebelum makan dan setelah bermain di luar rumah.

4.  Jauhkan anak dari tanah, debu, cat mengelupas, atau benda yang dicurigai mengandung timbal.

5. Gunakan air bersih dan pastikan peralatan penyimpanan air serta perlengkapan rumah tangga aman.

6.  Pilih mainan, alat makan, keramik dan produk anak yang aman serta memiliki standar yang sesuai.

7.  Berikan makanan bergizi seimbang dengan kecukupan zat besi, kalsium dan vitamin sesuai kebutuhan anak.

8.  Orang tua atau anggota keluarga yang bekerja di lingkungan yang berisiko terpapar timbal perlu memperhatikan kebersihan diri dan pakaian sebelum kembali berinteraksi dengan anak.

9. Anak dengan faktor risiko atau hasil pemeriksaan kadar timbal yang meningkat perlu mendapatkan pemantauan dan tindak lanjut dari tenaga kesehatan.

    Melalui kegiatan penyerahan bantuan susu ini, UPT Puskesmas Pasar Baru berharap dukungan terhadap balita terdampak dapat berjalan beriringan dengan edukasi keluarga, pemantauan tumbuh kembang, dan pengendalian sumber pajanan timbal di lingkungan.

Mari bersama-sama mengenali sumber pajanan, mencegah paparan, memenuhi kebutuhan gizi anak, dan memastikan balita mendapatkan pemantauan kesehatan secara berkelanjutan.

UPT Puskesmas Pasar Baru

 Lindungi Anak, Cegah Pajanan Timbal, Wujudkan Generasi Sehat.

 “SEHAT ANDA TUJUAN KAMI”

Pesona Baru UPT Puskesmas Pasar Baru

Tanggal 22  Agustus 2026