BAHAYA PAJANAN TIMBAL BAGI BALITA DALAM KEHIDUPAN SEHARI HARI

facebook sharing button
twitter sharing button
whatsapp sharing button
telegram sharing button
gmail sharing button
sharethis sharing button

BAHAYA PAJANAN TIMBAL  (PB) BAGI BALITA

DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Hai Sobat Sehat Pasbar

    UPT Puskesmas Pasar Baru terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya pajanan timbal (Pb), khususnya pada balita. Edukasi ini penting karena balita merupakan kelompok yang sangat rentan terhadap dampak timbal, sementara sumber paparannya dapat ditemukan di lingkungan sehari-hari.

    Timbal (Pb) merupakan logam beracun yang tidak memiliki fungsi biologis bagi tubuh. Timbal dapat masuk ke dalam tubuh melalui debu atau partikel yang terhirup serta melalui makanan, air, tanah, atau benda yang terkontaminasi dan tertelan. Anak-anak memiliki risiko lebih tinggi karena sering melakukan aktivitas hand-to-mouth, yaitu memasukkan tangan atau benda ke dalam mulut.

Waspadai Sumber Timbal di Sekitar Balita

    Pajanan timbal tidak selalu terlihat atau menimbulkan bau sehingga orang tua perlu mengenali berbagai kemungkinan sumbernya. Dalam kehidupan sehari-hari, sumber pajanan dapat berasal dari cat lama yang mengandung timbal, debu dan tanah yang tercemar, aktivitas industri atau daur ulang baterai, air yang terkontaminasi, keramik dengan glasir tertentu, mainan atau perhiasan tertentu, kosmetik tradisional, obat tradisional, serta beberapa produk dan bahan pangan yang terkontaminasi.

    Balita juga dapat terpapar ketika bermain di lantai atau tanah yang tercemar kemudian memasukkan tangan ke mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu. Debu yang menempel pada tangan, mainan, pakaian atau permukaan rumah dapat menjadi jalur masuk timbal ke dalam tubuh.

Mengapa Timbal Berbahaya bagi Balita?

    Dampak pajanan timbal sangat penting diperhatikan karena otak dan sistem saraf balita masih dalam tahap perkembangan. Pajanan timbal dapat memengaruhi perkembangan otak dan dikaitkan dengan penurunan kemampuan belajar, gangguan perhatian, perubahan perilaku, serta penurunan kemampuan kognitif. Timbal juga dapat menyebabkan anemia, gangguan ginjal, gangguan sistem kekebalan tubuh dan berbagai gangguan kesehatan lainnya.

    Yang perlu menjadi perhatian adalah anak yang terpapar timbal tidak selalu menunjukkan gejala yang jelas. Karena itu, apabila terdapat faktor risiko pajanan, orang tua perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan penilaian dan pemeriksaan yang sesuai. Pemeriksaan kadar timbal dalam darah merupakan salah satu cara untuk menilai pajanan timbal pada seseorang.

Lindungi Balita Mulai dari Rumah

Pencegahan dapat dilakukan melalui langkah-langkah sederhana yang menjadi kebiasaan keluarga, antara lain:

1.     Cuci tangan anak sebelum makan dan setelah bermain.

2.  Bersihkan lantai, permukaan rumah, dan area bermain secara rutin untuk mengurangi debu.

3.     Jangan biarkan anak bermain atau menyentuh cat yang mengelupas.

4.     Jauhkan anak dari tanah atau debu yang dicurigai tercemar.

5.     Pilih mainan, peralatan makan, keramik dan produk anak yang aman.

6.     Gunakan air bersih dan pastikan sumber serta saluran air tidak menjadi sumber kontaminasi.

7. Hindarkan anak dari area kerja atau aktivitas yang berpotensi menghasilkan debu atau asap yang mengandung timbal.

8.     Orang tua atau anggota keluarga yang bekerja di lingkungan berisiko perlu memperhatikan kebersihan pakaian, alas kaki dan tubuh sebelum berinteraksi dengan anak.

9.    Berikan makanan bergizi seimbang, karena kekurangan zat gizi tertentu, termasuk zat besi dan kalsium, dapat meningkatkan kerentanan terhadap penyerapan timbal.

10.  Jika anak memiliki faktor risiko atau hasil pemeriksaan kadar timbal meningkat, ikuti pemantauan dan tindak lanjut tenaga kesehatan.

Kenali, Cegah, dan Lindungi

    WHO menegaskan bahwa tidak ada tingkat paparan timbal yang diketahui bebas dari dampak berbahaya, sehingga upaya terbaik adalah mencegah dan menghentikan sumber pajanan sedini mungkin. Perlindungan terhadap anak membutuhkan peran bersama antara orang tua, keluarga, masyarakat, lingkungan dan tenaga kesehatan.

    Melalui edukasi ini, UPT Puskesmas Pasar Baru mengajak seluruh orang tua dan masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan tempat anak bermain, belajar dan tumbuh. Kenali sumber pajanan timbal di sekitar kita, lakukan pencegahan sejak dini, dan segera konsultasikan kepada tenaga kesehatan apabila terdapat risiko pajanan.

“Cegah Pajanan Timbal, Lindungi Anak, Wujudkan Generasi Sehat!”

    Dengan mengenali bahayanya dan melakukan langkah pencegahan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi balita dan mendukung tumbuh kembang mereka secara optimal.

“SEHAT ANDA TUJUAN KAMI”

Pesona Baru UPT Puskesmas Pasar Baru

Tanggal 22  Agustus 2026