TRACING TBC TERINTEGRASI DENGAN CKG DI POSYANDU PERKUTUT KELURAHAN KOANG JAYA

facebook sharing button
twitter sharing button
whatsapp sharing button
telegram sharing button
gmail sharing button
sharethis sharing button

TRACING TBC TERINTEGRASI DENGAN CKG

DI POSYANDU PERKUTUT KELURAHAN KOANG JAYA

Hai Sobat Sehat Pasbar

    UPT Puskesmas Pasar Baru melaksanakan kegiatan Tracing Tuberkulosis (TBC) terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada Senin, 21 September 2026, bertempat di Posyandu Perkutut, Kelurahan Koang Jaya, mulai pukul 08.00 WIB.

    Kegiatan ini menyasar masyarakat kontak erat, kontak serumah dengan pasien TBC, serta populasi berisiko. Tracing dilakukan sebagai upaya menemukan kasus TBC sedini mungkin, sehingga masyarakat yang memiliki risiko dapat segera mendapatkan pemeriksaan, penanganan, dan tindak lanjut dari tenaga kesehatan.

Edukasi Mengenal Penyakit TBC

    Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan penyuluhan tentang penyakit TBC yang disampaikan oleh dr. Nurbaiti, MM, Kepala UPT Puskesmas Pasar Baru.

    Dalam edukasinya dijelaskan bahwa Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. TBC paling sering menyerang paru-paru dan dapat menular melalui udara ketika penderita TBC paru mengeluarkan kuman, misalnya saat batuk atau bersin.

Masyarakat diingatkan untuk mengenali gejala TBC, antara lain:

·         Batuk terus-menerus, terutama 2 minggu atau lebih.

·         Batuk berdahak, terkadang dapat disertai darah.

·         Demam yang berlangsung lama atau berulang.

·         Berkeringat pada malam hari.

·         Berat badan menurun tanpa sebab yang jelas.

·         Nafsu makan berkurang.

·         Tubuh terasa lemah dan mudah lelah.

    Namun, tidak semua orang yang terinfeksi TBC menunjukkan gejala yang jelas, sehingga masyarakat yang memiliki kontak erat atau kontak serumah dengan pasien TBC perlu mengikuti pemeriksaan sesuai anjuran tenaga kesehatan.

    Edukasi juga menekankan bahwa TBC dapat disembuhkan apabila pasien menjalani pengobatan secara tepat dan teratur. Masyarakat tidak perlu memberikan stigma atau menjauhi pasien TBC, tetapi perlu mendukung pasien untuk mendapatkan pengobatan hingga tuntas serta menerapkan perilaku pencegahan penularan.

Edukasi Tata Laksana Pengobatan TBC

    Materi dilanjutkan dengan edukasi tata laksana pengobatan TBC oleh Apoteker UPT Puskesmas Pasar Baru ,Prima Maisita, Apt. Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya minum obat secara teratur sesuai jadwal dan dosis yang diberikan oleh tenaga kesehatan, melakukan kontrol sesuai jadwal, serta tidak menghentikan pengobatan sendiri meskipun kondisi tubuh sudah terasa membaik.

    Kepatuhan menjalani pengobatan sangat penting untuk membantu mencapai kesembuhan dan mencegah terjadinya masalah pengobatan, termasuk risiko kuman menjadi sulit diobati.

    Melalui kegiatan Tracing TBC terintegrasi dengan CKG, UPT Puskesmas Pasar Baru terus mengajak masyarakat untuk peduli, berani memeriksakan diri, tidak memberikan stigma, dan bersama-sama memutus rantai penularan TBC.

Kenali Gejalanya – Periksa Sedini Mungkin – Jalani Pengobatan Sampai Tuntas.

Bersama Wujudkan Masyarakat Sehat dan Bebas TBC. TOSS TBC
UPT Puskesmas Pasar Baru
“Sehat Anda Tujuan Kami”

Pesona Baru UPT Puskesmas Pasar Baru

Tanggal 21 September 2026