SKRINING KANKER SERVIKS DAN KANKER PAYUDARA

facebook sharing button
twitter sharing button
whatsapp sharing button
telegram sharing button
gmail sharing button
sharethis sharing button

SKRINING KANKER SERVIKS DAN KANKER PAYUDARA BAGI TENAGA PENDIDIK WANITA SMKN 7 KOTA TANGERANG

Hai Sobat Sehat Pasbar

            Sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah dilaksanakan sebelumnya, UPT Puskesmas Pasar Baru menyelenggarakan kegiatan Skrining Kanker Serviks melalui pemeriksaan HPV DNA/IVA Test serta Skrining Kanker Payudara melalui Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS) bagi tenaga pendidik (wanita usia subur)  SMKN 7 di  UPT Puskesmas Pasar Baru.

            Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya deteksi dini penyakit tidak menular, khususnya kanker pada perempuan, yang bertujuan untuk menemukan kelainan sejak tahap awal sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan memberikan peluang kesembuhan yang lebih tinggi.

            Sebelum pemeriksaan dilakukan, petugas kesehatan memberikan edukasi mengenai pentingnya deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara sebagai bentuk perlindungan terhadap kesehatan perempuan. Para peserta juga diberikan kesempatan untuk berkonsultasi mengenai kesehatan reproduksi, faktor risiko, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Yuk Mengenal Kanker Serviks

            Kanker serviks adalah kanker yang terjadi pada leher rahim (serviks), yaitu bagian bawah rahim yang menghubungkan rahim dengan vagina. Sebagian besar kasus kanker serviks disebabkan oleh infeksi Human Papillomavirus (HPV) tipe risiko tinggi yang berlangsung dalam waktu lama.

            Pada tahap awal, kanker serviks sering kali tidak menimbulkan gejala sehingga banyak penderita baru mengetahui setelah penyakit memasuki stadium lanjut. Oleh karena itu, pemeriksaan HPV DNA maupun IVA Test sangat penting sebagai metode deteksi dini.

Gejala kanker serviks antara lain:

a.   Perdarahan di luar siklus menstruasi.

b.  Perdarahan setelah berhubungan seksual.

c.   Keputihan yang berbau atau bercampur darah.

d.  Nyeri panggul atau nyeri saat berhubungan seksual.

e.   Perdarahan setelah menopause.

Faktor risiko kanker serviks meliputi:

a.     Infeksi HPV risiko tinggi.

b.    Menikah atau melakukan hubungan seksual pada usia muda.

c.     Berganti-ganti pasangan seksual.

d.    Merokok.

e.     Daya tahan tubuh rendah.

f.      Tidak pernah melakukan skrining kanker serviks.

Pencegahan kanker serviks dapat dilakukan melalui:

a.     Vaksinasi HPV.

b.    Pemeriksaan HPV DNA atau IVA Test secara berkala.

c.     Menerapkan perilaku hidup sehat.

d.    Tidak merokok.

e.     Menjaga kebersihan organ reproduksi.

f.      Menerapkan perilaku seksual yang bertanggung jawab.

 

Selanjutnya Yuk Mengenal Kanker Payudara

            Kanker payudara merupakan penyakit akibat pertumbuhan sel abnormal pada jaringan payudara yang berkembang secara tidak terkendali dan dapat menyebar ke organ lain apabila tidak segera ditangani.

            Deteksi dini melalui SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinis) oleh tenaga kesehatan dan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) setiap bulan merupakan langkah penting dalam menemukan kelainan sejak dini.

Gejala kanker payudara antara lain:

a.     Benjolan pada payudara atau ketiak.

b.    Perubahan bentuk atau ukuran payudara.

c.     Kulit payudara tampak berkerut seperti kulit jeruk.

d.    Puting tertarik ke dalam.

e.     Keluar cairan atau darah dari puting.

f.      Luka pada payudara yang tidak kunjung sembuh.

Faktor risiko kanker payudara meliputi:

a.     Riwayat keluarga dengan kanker payudara.

b.    Bertambahnya usia.

c.     Obesitas.

d.    Kurang aktivitas fisik.

e.     Konsumsi alkohol dan merokok.

f.      Menstruasi pertama pada usia muda atau menopause terlambat.

g.    Belum pernah melahirkan atau melahirkan pada usia lebih tua.

Pencegahan kanker payudara dapat dilakukan dengan:

a.     Melakukan SADARI setiap bulan.

b.    Melakukan SADANIS secara berkala di fasilitas kesehatan.

c.     Menjaga berat badan ideal.

d.    Berolahraga secara teratur.

e.     Mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

f.      Menghindari rokok dan alkohol.

g.    Segera memeriksakan diri apabila menemukan kelainan pada payudara.

Penanganan dan Terapi

            Apabila dari hasil skrining ditemukan dugaan kelainan, peserta akan mendapatkan konseling dan dirujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan yang memiliki layanan diagnostik lanjutan sesuai sistem rujukan yang berlaku. Penanganan kanker serviks maupun kanker payudara akan disesuaikan dengan stadium penyakit dan kondisi pasien, yang dapat meliputi tindakan operasi, radioterapi, kemoterapi, terapi target, terapi hormon, maupun kombinasi beberapa metode sesuai indikasi medis.

            Melalui kegiatan skrining ini, UPT Puskesmas Pasar Baru berharap semakin banyak perempuan, khususnya guru sebagai pendidik dan teladan di lingkungan sekolah, yang memiliki kesadaran untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Deteksi dini merupakan langkah terbaik untuk mencegah keterlambatan diagnosis, meningkatkan keberhasilan pengobatan, serta menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat kanker serviks maupun kanker payudara.

            UPT Puskesmas Pasar Baru mengajak seluruh perempuan usia 30–59 tahun atau sesuai kelompok sasaran program untuk memanfaatkan layanan skrining di Puskesmas dan GRATIS . Deteksi dini menyelamatkan kehidupan, karena kanker yang ditemukan lebih awal memiliki peluang pengobatan dan kesembuhan yang jauh lebih baik.

"Sayangi Diri, Periksa Sejak Dini. HPV DNA/IVA Test dan SADANIS adalah langkah sederhana untuk melindungi kesehatan perempuan dan mewujudkan keluarga yang sehat serta berkualitas."

Pesona Baru UPT Puskesmas Pasar baru

Tgl 17 Juli 2026