SERIAL KE 7 EDUKASI 1 MENIT 1 INFORMASI KESEHATAN
SERIAL KE-7 EDUKASI KESEHATAN UPT
PUSKESMAS PASAR BARU
BACA 1 MENIT 1 INFORMASI KESEHATAN
Kenali Kanker Serviks: Cegah Sejak Dini,
Lindungi Kesehatan Perempuan
Hai Sobat Sehat Pasbar .
Hari Kamis Tanggal 24 September 2026 di UPT Puskesmas Pasar Baru
di adakan Skrining HPV DNA dan Iva tes Untuk skrining Kanker Serviks.Dan pada
kesempatan ini juga kami memberikan edukasi tentang kanker Serviks.
Dalam rangka meningkatkan pengetahuan
dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan perempuan, UPT
Puskesmas Pasar Baru Kota Tangerang menghadirkan edukasi kesehatan melalui
program “Baca 1 Menit 1 Informasi Kesehatan” Serial Ke-7, dengan topik Kanker
Serviks (Kanker Leher Rahim).
Kanker serviks merupakan salah satu
masalah kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian karena pada tahap awal
sering kali tidak menimbulkan gejala. Namun, kabar baiknya, kanker serviks
dapat dicegah melalui vaksinasi HPV dan deteksi dini secara tepat.
Melalui edukasi ini, masyarakat
diharapkan semakin memahami penyebab, gejala, faktor risiko, langkah
pencegahan, pilihan terapi, dan komplikasi kanker serviks sehingga dapat
mengambil langkah untuk menjaga kesehatan sejak dini.
1. Apa Itu Kanker Serviks?
Kanker serviks atau kanker leher rahim
adalah keganasan yang terjadi pada sel-sel di leher rahim, yaitu bagian bawah
rahim yang terhubung dengan vagina.
Kanker ini umumnya berkembang secara
bertahap. Infeksi HPV berisiko tinggi yang menetap dapat menyebabkan perubahan
sel prakanker, yang kemudian berpotensi berkembang menjadi kanker apabila tidak
terdeteksi dan ditangani.
Penting untuk diketahui: Kanker serviks
tidak selalu menimbulkan keluhan pada tahap awal. Oleh karena itu, skrining
berperan penting dalam menemukan perubahan prakanker sebelum berkembang lebih
lanjut.
2. Apa Penyebab Kanker Serviks?
Penyebab utama kanker serviks adalah
infeksi Human Papillomavirus (HPV) berisiko tinggi yang menetap.
HPV merupakan virus yang sangat umum dan
dapat ditularkan melalui kontak seksual. Tidak semua infeksi HPV menyebabkan
kanker. Sebagian besar infeksi dapat hilang dengan sendirinya, tetapi infeksi
berisiko tinggi yang menetap apat memicu perubahan sel pada leher rahim.
Beberapa tipe HPV, termasuk HPV 16 dan
18, diketahui berhubungan dengan risiko kanker serviks.
3. Apa Saja Gejala Kanker Serviks?
Pada tahap awal, kanker serviks dapat
tidak menimbulkan gejala. Ketika penyakit berkembang, beberapa keluhan yang
perlu diwaspadai antara lain:
1. Perdarahan vagina yang tidak normal
Perdarahan di luar menstruasi, setelah
berhubungan seksual, atau setelah menopause.
2. Keputihan yang tidak biasa
Keputihan yang berubah, termasuk berbau
tidak sedap atau bercampur darah.
3. Nyeri panggul atau nyeri saat
berhubungan
Keluhan nyeri di area panggul atau saat
melakukan hubungan seksual.
4. Gejala pada penyakit yang lebih
lanjut
Dapat berupa kelelahan, penurunan berat
badan, serta keluhan berkemih atau buang air besar, bergantung pada penyebaran
penyakit.
Ingat: Tidak semua perdarahan atau
keputihan merupakan tanda kanker serviks. Namun, keluhan yang tidak normal
perlu diperiksa oleh tenaga kesehatan agar penyebabnya dapat diketahui.
4. Faktor Risiko Kanker Serviks
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan
risiko kanker serviks meliputi:
·
Infeksi
HPV berisiko tinggi yang menetap.
·
Sistem
kekebalan tubuh yang lemah, termasuk pada perempuan yang hidup dengan HIV.
·
Kebiasaan
merokok.
· Riwayat
aktivitas seksual yang meningkatkan kemungkinan paparan HPV.
·
Tidak
melakukan skrining kanker serviks sesuai rekomendasi.
· Faktor
sosial dan keterbatasan akses terhadap vaksinasi, skrining, serta penanganan
yang tepat.
Memiliki faktor risiko tidak berarti
seseorang pasti mengalami kanker serviks. Pencegahan dan pemeriksaan sesuai
anjuran tenaga kesehatan tetap penting.
5. Bagaimana Cara Mencegah Kanker
Serviks?
Kanker serviks sebagian besar dapat
dicegah melalui kombinasi vaksinasi HPV, skrining, dan penanganan perubahan
prakanker secara tepat.
A. Vaksinasi HPV
Vaksin HPV membantu melindungi dari
infeksi HPV berisiko tinggi. Vaksinasi dianjurkan sesuai usia dan jadwal
imunisasi yang berlaku, idealnya sebelum terpapar HPV melalui aktivitas
seksual.
B. Skrining kanker serviks
Pemeriksaan skrining dapat dilakukan
menggunakan metode yang tersedia dan sesuai kriteria, seperti HPV DNA, IVA
(Inspeksi Visual dengan Asam Asetat), atau Pap Smear. Skrining membantu
menemukan infeksi berisiko tinggi atau perubahan prakanker lebih awal.
C. Menjaga perilaku hidup sehat
Hindari rokok, jaga kesehatan tubuh, dan
terapkan perilaku seksual yang lebih aman untuk membantu mengurangi risiko
infeksi HPV serta penyakit lainnya.
D. Manfaatkan layanan kesehatan
Perempuan yang memenuhi kriteria
skrining sebaiknya berkonsultasi dan memanfaatkan layanan deteksi dini di
fasilitas kesehatan, termasuk UPT Puskesmas Pasar Baru, sesuai ketersediaan
layanan dan ketentuan yang berlaku.
6. Bagaimana Terapi atau Pengobatan
Kanker Serviks?
Penanganan kanker serviks ditentukan
berdasarkan stadium kanker, kondisi kesehatan pasien, serta hasil pemeriksaan
dokter. Pilihan pengobatan dapat meliputi:
Operasi= Mengangkat jaringan atau kanker
sesuai kondisi dan stadium penyakit.
Radioterapi= Menggunakan radiasi untuk
menghancurkan sel kanker.
Kemoterapi=Menggunakan obat-obatan untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan sel kanker
Terapi target dan imunoterapi=Menggunakan obat-obatan untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan sel kanker
Pada lesi prakanker, tindakan pengobatan
lokal dapat dilakukan untuk mencegah perkembangan menjadi kanker invasif.
Penanganan akan disesuaikan oleh tenaga medis berdasarkan hasil pemeriksaan.
Semakin dini kanker terdeteksi dan
ditangani, semakin besar kesempatan untuk memperoleh hasil pengobatan yang
baik.
7. Apa Saja Komplikasi Kanker Serviks?
Apabila kanker serviks tidak ditemukan
dan ditangani secara tepat, penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi, terutama
ketika sudah berkembang atau menyebar. Komplikasi yang mungkin terjadi antara
lain:
Penyebaran kanker (metastasis) ke
jaringan atau organ tubuh lainnya.
Perdarahan dan nyeri yang berkaitan
dengan perkembangan penyakit.
Gangguan fungsi organ, misalnya gangguan
saluran kemih atau pencernaan pada penyakit lanjut.
Dampak terhadap kesehatan reproduksi dan
kualitas hidup, bergantung pada penyakit dan terapi yang diberikan.
Efek samping pengobatan, seperti
kelelahan, mual, dan keluhan lain sesuai jenis terapi.
Komplikasi berbeda-beda pada setiap
pasien. Pemeriksaan dan penanganan oleh tim medis diperlukan untuk menentukan
risiko dan langkah perawatan yang sesuai.
Kesimpulan
Kanker serviks merupakan penyakit yang
dapat dicegah dan dapat ditangani dengan lebih baik apabila ditemukan sejak
dini. Vaksinasi HPV, skrining sesuai rekomendasi, dan konsultasi kesehatan
merupakan bagian penting dalam perlindungan kesehatan perempuan.
Mari bersama-sama meningkatkan
kesadaran, menghilangkan rasa takut terhadap skrining, dan mengajak keluarga
serta orang-orang terdekat untuk lebih peduli terhadap kesehatan reproduksi.
Jaga kesehatan perempuan mulai sekarang.
Cegah, deteksi dini, dan lakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala!
Jaga kesehatan perempuan mulai sekarang!
UPT Puskesmas Pasar Baru Kota Tangerang
Pesona Baru UPT Puskesmas Pasar Baru
Tanggal 24
September 2026
