SEKAR SEHAT TINGKATKAN EDUKASI MASYARAKAT TENTANG PENYAKIT MPOX
SEKAR SEHAT (SELASA EDUKASI) TINGKATKAN
EDUKASI MASYARAKAT TENTANG PENYAKIT MPOX
HAI Sobat Sehat Pasbar
UPT Puskesmas Pasar Baru Kota Tangerang
melaksanakan kegiatan Sekar Sehat (Selasa Edukasi) tgl 20 Oktober 2026 dengan
tema edukasi kesehatan mengenai penyakit Mpox (Monkeypox atau cacar
monyet). Kegiatan ini dibawakan oleh dr. Martina Yosefin Samosir, Dokter Umum
UPT Puskesmas Pasar Baru, sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran
masyarakat mengenai penyakit Mpox, cara penularannya, serta langkah-langkah
pencegahan yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan edukasi ini, masyarakat
diberikan pemahaman bahwa mengenali gejala sejak dini, menerapkan perilaku
hidup bersih dan sehat, serta menghindari kontak dengan sumber penularan
merupakan langkah penting untuk melindungi diri sendiri, keluarga, dan
lingkungan sekitar.
Mengenal Penyakit Mpox
Apa itu Mpox?
Mpox adalah penyakit infeksi yang
disebabkan oleh monkeypox virus (MPXV), yaitu virus dari kelompok Orthopoxvirus.
Penyakit ini dapat menimbulkan gejala pada kulit dan gejala sistemik, seperti
demam, pembengkakan kelenjar getah bening, nyeri otot, dan tubuh terasa lemas.
Mpox umumnya dapat sembuh, tetapi pada sebagian orang dapat menyebabkan
komplikasi serius.
Apa penyebab Mpox?
Mpox disebabkan oleh infeksi virus MPXV.
Virus ini dapat menginfeksi manusia melalui kontak dengan orang atau hewan yang
terinfeksi maupun benda yang terkontaminasi virus.
Bagaimana situasi kejadian Mpox?
Mpox telah dikenal di sejumlah wilayah
Afrika selama beberapa dekade dan sejak tahun 2022 menyebar ke berbagai negara
di dunia. Wabah tersebut menunjukkan bahwa Mpox tidak hanya menjadi masalah
kesehatan di wilayah asalnya, tetapi juga memerlukan kewaspadaan global. Risiko
dan jumlah kasus dapat berubah dari waktu ke waktu, sehingga masyarakat perlu
mengikuti informasi terbaru dari Kementerian Kesehatan RI dan Organisasi
Kesehatan Dunia (WHO).
Apa saja gejala Mpox?
Gejala Mpox yang perlu diwaspadai antara
lain:
1.
Demam
atau tubuh terasa meriang.
2.
Sakit
kepala dan nyeri otot.
3.
Nyeri
punggung serta tubuh terasa lemas.
4.
Pembengkakan
kelenjar getah bening.
5.
Muncul
ruam atau lesi kulit yang dapat berkembang menjadi bintik, lepuh, atau luka
berkerak.
6.
Lesi
dapat muncul di wajah, telapak tangan, telapak kaki, mulut, area genital,
maupun bagian tubuh lainnya.
Gejala dapat berbeda pada setiap orang.
Ruam terkadang muncul lebih dahulu atau tanpa gejala demam yang jelas, sehingga
kelainan kulit yang mencurigakan perlu diperiksakan kepada tenaga kesehatan.
Faktor Risiko dan Cara Penularan Mpox
Siapa yang berisiko tertular?
Risiko penularan meningkat pada orang
yang melakukan kontak erat dengan penderita Mpox, merawat penderita tanpa
perlindungan yang sesuai, berbagi barang yang terkontaminasi, atau melakukan
kontak langsung dengan lesi kulit maupun cairan tubuh penderita. Orang dengan
daya tahan tubuh lemah dan kelompok tertentu yang rentan terhadap komplikasi
juga perlu mendapatkan perhatian khusus.
Bagaimana Mpox menular?
Penularan Mpox dapat terjadi melalui:
· Kontak
langsung dengan ruam, luka, keropeng, atau cairan tubuh orang yang terinfeksi.
· Kontak
erat, termasuk kontak kulit ke kulit dan kontak intim, dengan penderita.
·
Percikan
pernapasan saat berinteraksi dalam jarak dekat dan waktu yang cukup lama.
· Penggunaan
bersama benda yang terkontaminasi, seperti pakaian, handuk, atau perlengkapan
tidur.
·
Kontak
dengan hewan yang terinfeksi, termasuk melalui gigitan, cakaran, atau
penanganan jaringan hewan yang terkontaminasi.
Mpox bukan penyakit yang hanya menular
pada kelompok tertentu. Siapa pun dapat tertular apabila mengalami paparan yang
berisiko.
Cara Mencegah Mpox
Masyarakat diimbau untuk melakukan
langkah-langkah berikut:
1.
Menghindari
kontak langsung dengan orang yang memiliki ruam atau luka kulit yang dicurigai
sebagai Mpox.
2. Tidak
berbagi pakaian, handuk, seprai, dan barang pribadi dengan penderita.
3.
Mencuci
tangan menggunakan sabun dan air mengalir atau menggunakan pembersih tangan
berbasis alkohol.
4. Membersihkan
permukaan dan benda yang mungkin terkontaminasi sesuai prosedur yang
dianjurkan.
5.
Menghindari
kontak dengan hewan yang sakit atau ditemukan mati tanpa perlindungan yang
sesuai.
6. Segera
memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami ruam yang
mencurigakan atau memiliki riwayat kontak erat dengan penderita.
7.
Mengikuti
anjuran tenaga kesehatan mengenai pemeriksaan, pembatasan kontak, dan vaksinasi
apabila memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh otoritas kesehatan.
Terapi dan Penanganan Mpox
Hingga saat ini, penanganan Mpox
terutama berfokus pada perawatan suportif, pengendalian gejala, perawatan lesi
kulit, serta pencegahan komplikasi dan penularan.
Beberapa langkah penanganan meliputi:
·
Istirahat
yang cukup dan memenuhi kebutuhan cairan serta nutrisi.
· Menggunakan
obat untuk mengurangi demam atau nyeri sesuai anjuran tenaga kesehatan.
· Menjaga
kebersihan lesi kulit dan tidak menggaruk atau memecahkan lepuh.
· Menghindari
kontak erat dengan orang lain selama masa penularan sesuai arahan tenaga
kesehatan.
· Mendapatkan
pemeriksaan dan pemantauan medis, terutama jika gejala berat, lesi mengenai
mata, atau pasien memiliki kondisi yang meningkatkan risiko komplikasi.
Obat antivirus khusus dapat
dipertimbangkan pada kondisi tertentu sesuai pedoman dan ketersediaan, tetapi
tidak diberikan secara rutin kepada semua pasien. Masyarakat tidak dianjurkan
melakukan pengobatan sendiri tanpa konsultasi tenaga kesehatan.
Komitmen UPT Puskesmas Pasar Baru
Melalui program Sekar Sehat (Selasa
Edukasi), UPT Puskesmas Pasar Baru terus berupaya menghadirkan edukasi
kesehatan yang mudah dipahami, meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap
penyakit menular, serta mendorong perilaku hidup bersih dan sehat.
Diharapkan masyarakat dapat mengenali
gejala Mpox, memahami cara penularannya, menerapkan langkah pencegahan, dan
segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gejala yang mencurigakan.
Kenali Mpox, Cegah Penularannya,
Lindungi Diri dan Sesama.
UPT Puskesmas Pasar Baru Kota Tangerang
— Sehat Bersama Puskesmas Pasar Baru.
Pesona
Baru UPT Puskesmas Pasar Baru. Kota Tangerang
Tanggal 20 Oktober 2026
