KEGIATAN VCT MOBILE UPT PUSKESMAS PASAR BARU DI LPKA KELAS 1 TANGERANG

facebook sharing button
twitter sharing button
whatsapp sharing button
telegram sharing button
gmail sharing button
sharethis sharing button

KEGIATAN VCT MOBILE UPT PUSKESMAS PASAR BARU

DI LPKA KELAS 1 TANGERANG

Hai Sobat Sehat Pasbar

    Tangerang, Kamis, 1 Oktober 2026 — UPT Puskesmas Pasar Baru dan beberapa Puskesmas Sekota Tangerang melalui Dinas kesehatan Kota Tangerang melaksanakan kegiatan CKG (Cek Kesehatan Gratis) dan  VCT Mobile (Voluntary Counseling and Testing) di LPKA Kelas 1 Tangerang. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Koordinator Program HIV/AIDS dan ATLM UPT Puskesmas Pasar Baru sebagai bagian dari upaya deteksi dini HIV, edukasi, serta pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS.

    Pelayanan VCT Mobile memberikan kesempatan kepada sasaran untuk memperoleh konseling dan pemeriksaan HIV secara sukarela, dengan mengedepankan prinsip kerahasiaan, penghormatan terhadap privasi, dan pendampingan sesuai kebutuhan.

Mengenal HIV/AIDS

    HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, khususnya sel CD4. Apabila tidak mendapatkan pengobatan, infeksi HIV dapat berkembang menjadi AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome), yaitu tahap lanjut infeksi HIV ketika sistem kekebalan tubuh mengalami kerusakan berat.

Insidens HIV/AIDS?

    Insidens HIV adalah jumlah kasus atau infeksi HIV baru yang terjadi dalam suatu populasi selama periode waktu tertentu. Angka insidens membantu menggambarkan terjadinya penularan baru dan penting untuk menentukan strategi pencegahan serta pengendalian HIV.

 Gejala HIV/AIDS

    Pada tahap awal, seseorang yang terinfeksi HIV dapat tidak mengalami gejala atau mengalami gejala yang menyerupai flu, seperti:

·      Demam

·      Sakit tenggorokan

·      Ruam kulit

·      Lemas atau mudah lelah

·      Pembengkakan kelenjar getah bening

    Pada tahap lanjut, dapat muncul penurunan berat badan, demam berkepanjangan, diare kronis, keringat malam, infeksi berulang, serta infeksi oportunistik.

    Karena HIV dapat tidak menimbulkan gejala selama bertahun-tahun, pemeriksaan HIV merupakan cara penting untuk mengetahui status HIV seseorang.

Faktor Risiko Penularan HIV/AIDS

HIV dapat menular melalui:

·         Hubungan seksual berisiko tanpa menggunakan kondom.

·         Penggunaan jarum suntik secara bergantian.

·         Transfusi darah atau produk darah yang tidak aman.

·  Penularan dari ibu dengan HIV kepada bayi selama kehamilan, persalinan, atau menyusui.

    HIV tidak menular melalui berjabat tangan, berpelukan, menggunakan alat makan bersama, berbagi toilet, batuk atau bersin, maupun melalui gigitan nyamuk.

Pencegahan HIV/AIDS

Pencegahan dapat dilakukan dengan:

A — Abstinence: menghindari hubungan seksual berisiko.
B — Be Faithful: setia pada satu pasangan dan menghindari hubungan  seksual berisiko.
C — Condom: menggunakan kondom secara benar dan konsisten pada hubungan seksual berisiko.
D — Drugs: menghindari penggunaan narkotika suntik dan tidak berbagi jarum.
E — Education: meningkatkan pengetahuan mengenai HIV serta melakukan pemeriksaan HIV bila memiliki faktor risiko.

HIV Dapat Dikendalikan dengan Pengobatan

    HIV belum memiliki obat yang dapat menghilangkan virus sepenuhnya, tetapi HIV dapat dikendalikan dengan terapi antiretroviral (ARV).

    ARV diminum secara teratur sesuai anjuran tenaga kesehatan. Pengobatan yang dilakukan dengan baik dapat menekan jumlah virus dalam tubuh, menjaga fungsi sistem kekebalan tubuh, mengurangi risiko terjadinya penyakit terkait HIV, dan membantu orang dengan HIV menjalani kehidupan yang sehat dan produktif.

Komplikasi HIV/AIDS

    Apabila tidak ditangani, HIV dapat menyebabkan penurunan sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko berbagai infeksi oportunistik dan penyakit lainnya, seperti tuberkulosis (TB), pneumonia, infeksi jamur, infeksi tertentu pada saluran cerna, serta beberapa jenis kanker.

Bersama Cegah HIV/AIDS

    Melalui kegiatan VCT Mobile, UPT Puskesmas Pasar Baru terus mendorong masyarakat dan kelompok yang memiliki risiko untuk tidak takut melakukan pemeriksaan HIV.

    Mengetahui status HIV lebih awal memungkinkan seseorang mendapatkan konseling, pengobatan, dan pendampingan lebih cepat.

Kenali status HIV. Cegah penularannya. Dapatkan pengobatan sedini mungkin.

Pesona Baru UPT Puskesmas Pasar Baru

Tanggal 1 Oktober  2026