WASPADA DAMPAK ABU VULKANIK GUNUNG ANAK KRAKATAU BAGI KESEHATAN

facebook sharing button
twitter sharing button
whatsapp sharing button
telegram sharing button
gmail sharing button
sharethis sharing button

WASPADA DAMPAK ABU VULKANIK GUNUNG ANAK KRAKATAU

BAGI KESEHATAN

Hai sobat Sehat Pasbar

Lindungi Diri dan Keluarga dari Paparan Abu Vulkanik

    Aktivitas Gunung Anak Krakatau perlu menjadi perhatian bersama karena abu vulkanik yang terbawa angin dapat berdampak pada kesehatan masyarakat, terutama apabila terjadi paparan secara langsung maupun dalam waktu yang cukup lama.

    Abu vulkanik merupakan partikel sangat halus yang dapat mengiritasi mata, kulit, hidung, tenggorokan, dan saluran pernapasan. Masyarakat yang memiliki asma, penyakit paru, penyakit jantung, lansia, anak-anak, ibu hamil, serta kelompok rentan perlu mendapatkan perhatian lebih dalam kondisi paparan abu vulkanik.

APA DAMPAK ABU VULKANIK BAGI KESEHATAN?

Paparan abu vulkanik dapat menyebabkan:

·      Mata merah, berair, perih atau terasa seperti kemasukan benda asing.

·      Hidung dan tenggorokan terasa kering atau teriritasi.

·      Batuk, bersin dan suara serak.

·  Sesak atau napas terasa berat, terutama pada penderita asma dan penyakit paru.

·      Iritasi kulit, gatal atau kemerahan.

·      Abu yang masuk ke rumah atau makanan dapat mengganggu kebersihan dan kesehatan.

CARA MELINDUNGI DIRI DAN KELUARGA

Untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik, lakukan langkah berikut:

1.    Gunakan masker

Gunakan masker dengan kemampuan filtrasi yang baik saat berada di luar rumah atau ketika udara mengandung abu. Pastikan masker terpasang dengan baik menutupi hidung dan mulut.

2.    Kurangi aktivitas di luar rumah

Hindari bepergian atau melakukan aktivitas di luar ruangan apabila paparan abu sedang tinggi.

3.    Lindungi mata

Gunakan kacamata pelindung apabila harus berada di luar rumah. Hindari mengucek mata.

4.    Tutup pintu dan jendela
Tutup pintu, jendela dan celah rumah untuk mengurangi masuknya abu vulkanik.

5.    Jaga kebersihan rumah

Bersihkan abu dengan hati-hati. Hindari menyapu kering karena dapat membuat partikel abu kembali beterbangan. Bila memungkinkan, gunakan metode pembersihan yang tidak menghasilkan banyak debu.

6.    Lindungi makanan dan air

Tutup makanan, minuman dan sumber air agar tidak terkontaminasi abu vulkanik.

7.    Perhatikan kelompok rentan

Anak-anak, lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, serta orang dengan penyakit pernapasan atau penyakit kronis perlu mendapatkan perlindungan dan pemantauan lebih.

 PERTOLONGAN PERTAMA DI RUMAH

1.    Jika mata terkena abu:
Segera bilas mata menggunakan air bersih secara perlahan. Jangan mengucek mata.

2.    Jika hidung atau tenggorokan teriritasi:
Beristirahat di tempat yang udaranya lebih bersih dan minum cukup air.

3.    Jika mengalami batuk atau sesak ringan:
Segera menjauh dari sumber abu, beristirahat dan gunakan obat rutin sesuai anjuran dokter apabila memiliki penyakit seperti asma.

4.    Jika kulit terkena abu:
Bersihkan dengan air bersih dan sabun. Hindari menggosok kulit terlalu keras.

KAPAN HARUS SEGERA MENCARI PERTOLONGAN?

Segera mencari pertolongan medis apabila muncul:

·         Sesak napas atau kesulitan bernapas.

·         Napas cepat atau terasa semakin berat.

·         Nyeri atau tekanan pada dada.

·         Bibir atau wajah tampak kebiruan.

·         Batuk berat atau terus-menerus.

·         Penurunan kesadaran, lemas berat atau sulit dibangunkan.

·         Iritasi mata berat, nyeri hebat atau gangguan penglihatan.

·   Gejala semakin memburuk atau tidak membaik setelah menjauh dari paparan.

Jangan menunda pertolongan pada bayi, anak-anak, lansia, ibu hamil, maupun penderita penyakit kronis yang mengalami keluhan berat.

DARURAT KESEHATAN

Jika terjadi kondisi gawat darurat kesehatan, segera hubungi:

CALL CENTER 119

GAWAT DARURAT KESEHATAN

Tetap tenang, lindungi diri dan keluarga, serta ikuti informasi dan arahan resmi dari pemerintah maupun petugas terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Kenali risikonya. Lindungi keluarga. Jangan panik. Tetap waspada.

UPT PUSKESMAS PASAR BARU
SEHAT ANDA TUJUAN KAMI

Pesona Baru UPT Puskesmas Pasar Baru

Tanggal 6 September 2026