WASPADA DAMPAK ABU VULKANIK GUNUNG ANAK KRAKATAU BAGI KESEHATAN
WASPADA DAMPAK ABU VULKANIK GUNUNG ANAK
KRAKATAU
BAGI KESEHATAN
Hai sobat Sehat Pasbar
Lindungi Diri dan Keluarga dari Paparan
Abu Vulkanik
Aktivitas Gunung Anak Krakatau perlu
menjadi perhatian bersama karena abu vulkanik yang terbawa angin dapat
berdampak pada kesehatan masyarakat, terutama apabila terjadi paparan secara
langsung maupun dalam waktu yang cukup lama.
Abu vulkanik merupakan partikel sangat
halus yang dapat mengiritasi mata, kulit, hidung, tenggorokan, dan saluran
pernapasan. Masyarakat yang memiliki asma, penyakit paru, penyakit jantung,
lansia, anak-anak, ibu hamil, serta kelompok rentan perlu mendapatkan perhatian
lebih dalam kondisi paparan abu vulkanik.
APA DAMPAK ABU VULKANIK BAGI KESEHATAN?
Paparan abu vulkanik dapat menyebabkan:
·
Mata
merah, berair, perih atau terasa seperti kemasukan benda asing.
·
Hidung
dan tenggorokan terasa kering atau teriritasi.
·
Batuk,
bersin dan suara serak.
· Sesak
atau napas terasa berat, terutama pada penderita asma dan penyakit paru.
·
Iritasi
kulit, gatal atau kemerahan.
·
Abu
yang masuk ke rumah atau makanan dapat mengganggu kebersihan dan kesehatan.
CARA MELINDUNGI DIRI DAN KELUARGA
Untuk mengurangi risiko paparan abu
vulkanik, lakukan langkah berikut:
1.
Gunakan
masker
Gunakan
masker dengan kemampuan filtrasi yang baik saat berada di luar rumah atau
ketika udara mengandung abu. Pastikan masker terpasang dengan baik menutupi
hidung dan mulut.
2.
Kurangi
aktivitas di luar rumah
Hindari bepergian atau
melakukan aktivitas di luar ruangan apabila paparan abu sedang tinggi.
3.
Lindungi
mata
Gunakan
kacamata pelindung apabila harus berada di luar rumah. Hindari mengucek mata.
4.
Tutup
pintu dan jendela
Tutup pintu, jendela dan celah rumah untuk mengurangi masuknya abu vulkanik.
5.
Jaga
kebersihan rumah
Bersihkan
abu dengan hati-hati. Hindari menyapu kering karena dapat membuat partikel abu
kembali beterbangan. Bila memungkinkan, gunakan metode pembersihan yang tidak
menghasilkan banyak debu.
6.
Lindungi
makanan dan air
Tutup
makanan, minuman dan sumber air agar tidak terkontaminasi abu vulkanik.
7.
Perhatikan
kelompok rentan
Anak-anak,
lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, serta orang dengan penyakit
pernapasan atau penyakit kronis perlu mendapatkan perlindungan dan pemantauan
lebih.
PERTOLONGAN PERTAMA DI RUMAH
1.
Jika
mata terkena abu:
Segera bilas mata menggunakan air bersih secara perlahan. Jangan mengucek mata.
2.
Jika
hidung atau tenggorokan teriritasi:
Beristirahat di tempat yang udaranya lebih bersih dan minum cukup air.
3.
Jika
mengalami batuk atau sesak ringan:
Segera menjauh dari sumber abu, beristirahat dan gunakan obat rutin sesuai
anjuran dokter apabila memiliki penyakit seperti asma.
4.
Jika
kulit terkena abu:
Bersihkan dengan air bersih dan sabun. Hindari menggosok kulit terlalu keras.
KAPAN HARUS SEGERA MENCARI PERTOLONGAN?
Segera mencari pertolongan medis apabila
muncul:
·
Sesak
napas atau kesulitan bernapas.
·
Napas
cepat atau terasa semakin berat.
·
Nyeri
atau tekanan pada dada.
·
Bibir
atau wajah tampak kebiruan.
·
Batuk
berat atau terus-menerus.
·
Penurunan
kesadaran, lemas berat atau sulit dibangunkan.
·
Iritasi
mata berat, nyeri hebat atau gangguan penglihatan.
· Gejala
semakin memburuk atau tidak membaik setelah menjauh dari paparan.
Jangan menunda pertolongan pada bayi,
anak-anak, lansia, ibu hamil, maupun penderita penyakit kronis yang mengalami
keluhan berat.
DARURAT KESEHATAN
Jika terjadi kondisi gawat darurat
kesehatan, segera hubungi:
CALL CENTER 119
GAWAT DARURAT KESEHATAN
Tetap tenang, lindungi diri dan
keluarga, serta ikuti informasi dan arahan resmi dari pemerintah maupun petugas
terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Kenali risikonya. Lindungi keluarga.
Jangan panik. Tetap waspada.
UPT
PUSKESMAS PASAR BARU
SEHAT ANDA TUJUAN KAMI
Pesona Baru
UPT Puskesmas Pasar Baru
Tanggal
6 September 2026
