SERIAL KE 10 EDUKASI 1 MENIT 1 INFORMASI KESEHATAN TENTANG STUNTING
SERIAL KE 10 EDUKASI 1 MENIT 1 INFORMASI
KESEHATAN
KENALI STUNTING SEJAK DINI
Hai Sobat Sehat Pasbar
Stunting masih menjadi salah satu
masalah kesehatan pada anak yang perlu mendapat perhatian bersama. Ayah, Bunda,
jangan menunggu anak terlihat sangat pendek untuk mulai peduli! Pemantauan
pertumbuhan dan pemenuhan gizi sejak dini sangat penting untuk mendukung tumbuh
kembang anak secara optimal.
1. Apa Itu Stunting?
Stunting adalah kondisi gangguan
pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi dalam jangka panjang,
infeksi berulang, serta berbagai faktor lain yang memengaruhi pertumbuhan.
Stunting ditandai dengan panjang atau tinggi badan anak yang lebih rendah
dibandingkan standar pertumbuhan anak seusianya.
Stunting bukan hanya soal tinggi badan,
tetapi juga dapat berkaitan dengan perkembangan otak, kemampuan belajar, dan
kesehatan anak di masa depan.
2. Apa Saja Gejala atau
Tandanya?
Beberapa tanda yang perlu diperhatikan
antara lain:
·
Panjang
atau tinggi badan anak lebih rendah dibandingkan standar usianya.
·
Pertumbuhan
tinggi badan berjalan lambat.
·
Berat
badan sulit naik atau pertumbuhan tidak sesuai kurva.
·
Anak
mengalami keterlambatan perkembangan pada sebagian kasus.
Penting: Anak yang terlihat pendek belum
tentu mengalami stunting. Penilaian perlu dilakukan menggunakan standar
antropometri sesuai usia dan jenis kelamin oleh tenaga kesehatan.
3. Bagaimana Insidens
Stunting?
Stunting merupakan masalah kesehatan
masyarakat di berbagai negara, termasuk Indonesia. Berdasarkan Survei Status
Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting nasional Indonesia sebesar 19,8%.
Artinya, sekitar 20 dari setiap 100 balita mengalami stunting berdasarkan hasil
survei tersebut.
Angka ini menunjukkan bahwa pencegahan
stunting masih perlu diperkuat melalui pemenuhan gizi, pelayanan kesehatan ibu
dan anak, sanitasi yang baik, serta pemantauan pertumbuhan secara rutin.
4. Apa Saja Faktor
Risikonya?
Faktor yang dapat meningkatkan risiko
stunting meliputi:
·
Kekurangan
asupan gizi ibu selama kehamilan.
·
Anemia
pada ibu hamil dan kondisi kesehatan ibu yang kurang optimal.
·
Bayi
lahir prematur atau dengan berat badan lahir rendah.
·
Pemberian
ASI dan makanan pendamping ASI yang tidak sesuai kebutuhan anak.
·
Makanan
kurang beragam, kurang bergizi, atau tidak mencukupi kebutuhan anak.
·
Infeksi
berulang, seperti diare.
·
Sanitasi
dan akses air bersih yang kurang memadai.
·
Keterbatasan
akses terhadap pelayanan kesehatan dan edukasi gizi.
Stunting umumnya berkembang melalui
kombinasi berbagai faktor, bukan disebabkan oleh satu hal saja.
5. Bagaimana
Pencegahannya?
Pencegahan stunting perlu dilakukan
sejak sebelum kehamilan, selama kehamilan, hingga anak berusia dua tahun dan
seterusnya.
·
Bagi
calon ibu dan ibu hamil: penuhi gizi seimbang, lakukan pemeriksaan kehamilan
rutin, serta konsumsi tablet tambah darah sesuai anjuran tenaga kesehatan.
·
Bagi
bayi: berikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama.
·
Mulai
usia enam bulan: berikan MP-ASI yang cukup, aman, beragam, dan sesuai usia,
sambil melanjutkan pemberian ASI hingga dua tahun atau lebih.
·
Lengkapi
imunisasi sesuai jadwal.
·
Terapkan
perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk cuci tangan pakai sabun dan
penggunaan air bersih.
·
Datang
rutin ke Posyandu untuk penimbangan berat badan, pengukuran panjang atau tinggi
badan, serta pemantauan perkembangan anak.
·
Segera
konsultasikan kepada tenaga kesehatan apabila pertumbuhan anak tidak sesuai
kurva.
6. Bagaimana Terapi
atau Penanganannya?
Penanganan stunting disesuaikan dengan
kondisi dan kebutuhan setiap anak. Langkah-langkahnya dapat meliputi:
·
Pemeriksaan
pertumbuhan dan status gizi oleh tenaga kesehatan.
·
Evaluasi
pola makan, asupan gizi, dan riwayat kesehatan anak.
·
Perbaikan
asupan melalui makanan bergizi seimbang sesuai usia.
·
Pemberian
suplemen atau tata laksana medis bila terdapat indikasi dan sesuai rekomendasi
tenaga kesehatan.
·
Penanganan
penyakit penyerta atau infeksi apabila ditemukan.
·
Pemantauan
pertumbuhan dan perkembangan secara berkala.
Stunting tidak dapat diatasi hanya
dengan memberikan vitamin atau susu tertentu. Penanganan perlu menyeluruh,
sesuai penyebab, dan dilakukan sedini mungkin.
7. Apa Komplikasi atau
Dampaknya?
Stunting dapat meningkatkan risiko:
·
Perkembangan
kognitif dan kemampuan belajar yang kurang optimal.
·
Hambatan
perkembangan fisik dan fungsi tubuh.
·
Produktivitas
yang lebih rendah ketika dewasa.
·
Risiko
masalah kesehatan metabolik pada masa dewasa.
Dampak pada setiap anak dapat berbeda.
Deteksi dini dan penanganan yang tepat membantu mendukung potensi tumbuh
kembang anak.
Pesan untuk Ayah dan Bunda
Jangan tunggu ada masalah baru
bertindak!
Pantau tumbuh kembang anak sejak dini.
Berikan gizi yang baik, lengkapi imunisasi, jaga kebersihan lingkungan, dan
rutin datang ke Posyandu.
Yuk, datang ke Posyandu dan pantau
pertumbuhan anak secara rutin!
Anak sehat adalah investasi masa depan.
UPT
Puskesmas Pasar Baru – Kota Tangerang
Bersama cegah stunting, wujudkan generasi sehat dan berkualitas.
Pesona
Baru UPT Puskesmas Pasar Baru. Kota Tangerang
Tanggal 14 Oktober 2026
