PENGENDALIAN VEKTOR NYAMUK DBD DAN PSN DI RT 03 RW 04 KELURAHAN PASAR BARU

facebook sharing button
twitter sharing button
whatsapp sharing button
telegram sharing button
gmail sharing button
sharethis sharing button

PENGENDALIAN VEKTOR NYAMUK DBD/PSN DI RT 03/04

KELURAHAN PASAR BARU

 

Hai Sobat Sehat Pasbar

            Dalam upaya mencegah peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), UPT Puskesmas Pasar Baru melaksanakan Kegiatan Pengendalian Vektor Nyamuk DBD melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di RT 03/RW 04 Kelurahan Pasar Baru pada Senin, 13 Juli 2026 oleh Kader dan Petugas Kesehatan 

            Kegiatan ini melibatkan petugas kesehatan bersama warga setempat dengan melakukan pemeriksaan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, pemantauan jentik, edukasi kepada masyarakat, serta mengajak seluruh warga untuk menerapkan Gerakan 3M Plus dan Baba Resik sebagai langkah pencegahan DBD.

            Selain pemeriksaan jentik di tempat penampungan air, petugas juga memberikan penyuluhan mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menghilangkan tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, yaitu nyamuk yang menjadi penyebab penularan virus dengue.

Mengenal Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD)

            Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Nyamuk ini umumnya aktif menggigit pada pagi hingga sore hari dan berkembang biak di tempat-tempat yang terdapat genangan air bersih.

Penyebab DBD

            Penyebab utama DBD adalah infeksi virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk yang telah terinfeksi. Risiko penularan meningkat apabila lingkungan banyak terdapat tempat penampungan air yang menjadi tempat berkembang biaknya jentik nyamuk.

Gejala DBD

Masyarakat diimbau untuk segera mengenali gejala DBD, antara lain:

1.   Demam tinggi mendadak (≥38,5°C) selama 2–7 hari.

2.   Sakit kepala berat.

3.   Nyeri di belakang bola mata.

4.   Nyeri otot dan sendi.

5.   Mual dan muntah.

6.   Muncul bintik-bintik merah pada kulit atau perdarahan ringan (mimisan, gusi berdarah).

7.   Tubuh terasa lemas dan nafsu makan menurun.

Tanda bahaya yang memerlukan penanganan segera di fasilitas kesehatan, antara lain:

1.     Nyeri perut hebat.

2.     Muntah terus-menerus.

3.     Perdarahan.

4.     Tangan dan kaki terasa dingin.

5.     Gelisah atau penurunan kesadaran.

6.     Sulit bernapas.

Pencegahan DBD dengan Gerakan 3M Plus dan Baba Resik

Pencegahan DBD paling efektif dilakukan dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui:

Gerakan 3M

1.     Menguras tempat penampungan air secara rutin.

2.     Menutup rapat semua tempat penampungan air.

3.     Memanfaatkan kembali (Mendaur ulang) barang bekas yang dapat menampung air.

Plus

1.     Menaburkan larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dikuras.

2.     Menggunakan kelambu atau lotion antinyamuk.

3.     Memasang kawat kasa pada ventilasi rumah.

4.     Menghindari kebiasaan menggantung pakaian.

5.     Memelihara ikan pemakan jentik bila memungkinkan.

6.     Menanam tanaman pengusir nyamuk.

7.     Melaksanakan Baba Resik, yaitu kegiatan membersihkan lingkungan dan memberantas sarang nyamuk secara rutin setiap minggu bersama keluarga dan masyarakat.

Pertolongan Pertama Jika Mengalami Gejala DBD

Apabila seseorang mengalami gejala yang mengarah ke DBD, lakukan langkah-langkah berikut:

1.     Segera beristirahat.

2.     Perbanyak minum air putih atau cairan oralit untuk mencegah dehidrasi.

3.     Konsumsi makanan bergizi sesuai kemampuan.

4.     Gunakan parasetamol untuk membantu menurunkan demam sesuai dosis anjuran.

5.     Jangan mengonsumsi aspirin atau ibuprofen tanpa anjuran tenaga kesehatan karena dapat meningkatkan risiko perdarahan.

6.     Segera periksakan diri ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan apabila demam tidak membaik dalam 2–3 hari atau muncul tanda bahaya.

Terapi DBD

Hingga saat ini belum ada obat khusus untuk membunuh virus dengue. Penanganan DBD bertujuan untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap stabil, meliputi:

1.     Pemenuhan kebutuhan cairan yang cukup.

2.     Pemantauan suhu tubuh dan tanda-tanda vital.

3.     Pemantauan jumlah trombosit dan hematokrit sesuai indikasi medis.

4.     Pemberian obat penurun panas sesuai anjuran tenaga kesehatan.

5.     Perawatan di rumah sakit apabila terdapat tanda bahaya atau kondisi pasien memerlukan pengawasan intensif.

            Melalui kegiatan PSN dan edukasi kesehatan ini, UPT Puskesmas Pasar Baru mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Baba Resik sebagai budaya hidup bersih setiap minggu. Pencegahan DBD merupakan tanggung jawab bersama, sehingga dengan lingkungan yang bersih dan bebas jentik nyamuk, risiko penularan DBD dapat ditekan dan kesehatan masyarakat dapat terjaga.

Mari bersama lakukan PSN 3M Plus dan Baba Resik setiap minggu. Cegah DBD dimulai dari rumah kita!

UPT Puskesmas Pasar Baru
"Sehat Anda Tujuan Kami."

Pesona Baru UPT Puskesmas Pasar baru

Tgl 20 Juli 2026