KEGIATAN PENYELIDIKAN EPIDEMIOLOGI (PE) KASUS DEMAM BERDARAH OLEH PETUGAS NAKES PUSKESMAS JURUMUDI BARU

facebook sharing button
twitter sharing button
whatsapp sharing button
telegram sharing button
gmail sharing button
sharethis sharing button

Petugas Kesehatan dari Puskesmas Jurumudi Baru Kota Tangerang mengadakan PE (Penyelidikan Epidemiologi) DBD di lingkungan wilayah kerja Puskesmas. Kegiatan PE DBD ini bertujuan untuk mengetahui potensi penularan dan penyebaran DBD lebih lanjut serta tindakan penanggulangan yang perlu dilakukan di wilayah sekitar tempat tinggal penderita.Kamis (15/12/2022)

Kegiatan ini dilakukan karena terdapat laporan  bahwa terdapat warga yang terkena demam berdarah di lingkungan RT 02/06 Kelurahan Belendung. Petugas kesehatan yang didampingi Kader Jumantik dengan seijin kepala rumah tangga langsung memeriksa penampungan air serta lingkungan sekitar rumah korban juga penampungan air dan lingkungan rumah tetangga sekitar.

Hasil yang diperiksa ditemukan 1 penampungan air yang positif adanya perkembangbiakan nyamuk atau terdapat jentik nyamuk.

PJ Program DBD Ade Fahri bersama kader jumantik langsung memberikan pemahaman mengenai pentingnya melaksanakan program 3M untuk mencegah perkembangan pertumbuhan nyamuk demam berdarah. Program tersebut meliputi :

1.      Menguras. Hal ini dilakukan dengan membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain.

2.      Menutup. Langkah ini dilakukan dengan menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sejenisnya.

3.      Mengubur. Mengubur atau memanfaatkan kembali barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular Demam Berdarah.

 

Dan kegiatan tambahan lainnya seperti menaburkan bubuk larvasida pada penampungan air yang sulit dibersihkan, dan menanam tanaman pengusir nyamuk seperti bunga lavender, daun sereh, basil, catnip. thyme, peppermint, cengkeh dah sejenisnya.