KEGIATAN INOVASI GASPOL TBC SKRINING AKTIF TBC 1 RUMAH 1 SKRINING

facebook sharing button
twitter sharing button
whatsapp sharing button
telegram sharing button
gmail sharing button
sharethis sharing button

KEGIATAN INOVASI GASPOL TBC

SKRINING AKTIF TBC "1 RUMAH 1 SKRINING"

Hai Sobat Sehat Pasbar

            Dalam rangka mempercepat eliminasi Tuberkulosis (TBC) di wilayah kerja UPT Puskesmas Pasar Baru, dilaksanakan salah satu kegiatan unggulan dari Inovasi GASPOL TBC (Gerakan Aktif Skrining dan Penemuan Kasus Tuberkulosis Terintegrasi) yaitu Skrining Aktif TBC "1 Rumah 1 Skrining".

            Program "1 Rumah 1 Skrining" merupakan strategi penemuan kasus TBC secara aktif (Active Case Finding), di mana petugas kesehatan tidak menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan, tetapi mendatangi langsung rumah-rumah warga untuk melakukan skrining terhadap seluruh anggota keluarga yang tinggal dalam satu rumah.

            Kegiatan ini bertujuan agar setiap rumah tangga memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pemeriksaan awal sehingga kasus TBC dapat ditemukan sedini mungkin, terutama pada kelompok yang berisiko tinggi. Melalui pendekatan ini, diharapkan tidak ada penderita TBC yang terlambat terdiagnosis maupun terlambat mendapatkan pengobatan.

Konsep "1 Rumah 1 Skrining"

            Program ini menerapkan prinsip bahwa setiap rumah yang dikunjungi akan dilakukan skrining terhadap minimal satu anggota keluarga, dan apabila ditemukan faktor risiko atau gejala TBC, maka skrining diperluas kepada seluruh penghuni rumah. Pendekatan ini sangat efektif karena sebagian besar penularan TBC terjadi di lingkungan rumah melalui kontak erat dalam waktu yang lama.

            Petugas kesehatan melakukan kunjungan rumah secara sistematis berdasarkan pemetaan wilayah, data kontak serumah pasien TBC, kelompok rentan, serta hasil surveilans kesehatan masyarakat.

Pelaksanaan Skrining Aktif

Saat melakukan kunjungan rumah, petugas kesehatan melaksanakan beberapa tahapan, yaitu:

1.    Pendataan anggota keluarga

·         Mencatat jumlah penghuni rumah.

·         Mengidentifikasi kelompok rentan seperti balita, lansia, ibu hamil, penyandang penyakit kronis, dan kontak serumah pasien TBC.

2.    Wawancara skrining gejala TBC
Petugas menanyakan apakah ada anggota keluarga yang mengalami:

·         Batuk selama 2 minggu atau lebih.

·         Batuk berdarah.

·         Demam berkepanjangan.

·         Berkeringat pada malam hari.

·         Berat badan menurun tanpa sebab yang jelas.

·         Nafsu makan menurun.

·         Mudah lelah.

3.    Identifikasi faktor risiko
Petugas juga menggali informasi mengenai:

·         Riwayat kontak dengan pasien TBC.

·         Kondisi rumah (ventilasi, pencahayaan, kepadatan hunian).

·         Kebiasaan merokok.

·         Riwayat penyakit penyerta seperti diabetes melitus maupun HIV.

4.    Pemeriksaan lanjutan bagi suspek TBC
Apabila ditemukan warga dengan gejala mengarah ke TBC, petugas akan:

·         Memberikan pot dahak.

·   Mengarahkan pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM) sesuai indikasi.

·         Melakukan tindak lanjut hingga hasil pemeriksaan diperoleh.

5.    Edukasi kesehatan
Seluruh keluarga mendapatkan edukasi mengenai:

·         Cara penularan TBC.

·         Gejala yang harus diwaspadai.

·         Pentingnya pengobatan sampai tuntas.

·         Etika batuk.

·         Penggunaan masker bagi penderita.

·         Pentingnya ventilasi rumah dan paparan sinar matahari.

·         Gizi seimbang untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Manfaat Program "1 Rumah 1 Skrining"

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat:

·         Menemukan penderita TBC lebih cepat sebelum penyakit semakin berat.

·         Memutus rantai penularan di lingkungan keluarga.

·         Meningkatkan cakupan penemuan kasus TBC.

·         Menurunkan angka keterlambatan diagnosis.

·         Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap gejala TBC.

·  Mendukung keberhasilan pengobatan melalui pendampingan keluarga.

·         Mendukung target nasional eliminasi TBC Indonesia.

Mengapa Skrining Aktif Sangat Penting?

            Tidak semua penderita TBC segera datang ke fasilitas kesehatan. Sebagian menganggap batuk sebagai penyakit biasa, sehingga diagnosis menjadi terlambat dan penularan terus berlangsung kepada anggota keluarga maupun masyarakat sekitar.

            Melalui Skrining Aktif "1 Rumah 1 Skrining", petugas kesehatan dapat menjangkau masyarakat secara langsung, menemukan suspek TBC sejak dini, dan memastikan mereka segera mendapatkan pemeriksaan serta pengobatan yang tepat.

Ayo Dukung Inovasi GASPOL TBC

            Keberhasilan eliminasi TBC tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh masyarakat. Apabila petugas kesehatan datang melakukan skrining ke rumah, sambutlah dengan baik dan berikan informasi yang jujur mengenai kondisi kesehatan keluarga.

Ingat!

·         Batuk selama 2 minggu atau lebih harus segera diperiksa.

·         Pemeriksaan dan pengobatan TBC di Puskesmas gratis.

·  TBC dapat disembuhkan apabila minum obat secara teratur hingga selesai.

            Dengan semangat "1 Rumah 1 Skrining", GASPOL TBC hadir untuk menemukan kasus lebih cepat, mengobati hingga sembuh, dan bersama-sama mewujudkan masyarakat Kota Tangerang yang bebas Tuberkulosis.

Pesona Baru UPT Puskesmas Pasar baru

Tgl 22 Juli 2026