KEGIATAN INOVASI GASPOL TBC SKRINING AKTIF TBC 1 RUMAH 1 SKRINING
KEGIATAN INOVASI GASPOL TBC
SKRINING AKTIF TBC "1 RUMAH 1
SKRINING"
Hai
Sobat Sehat Pasbar
Dalam rangka mempercepat eliminasi
Tuberkulosis (TBC) di wilayah kerja UPT Puskesmas Pasar Baru, dilaksanakan
salah satu kegiatan unggulan dari Inovasi GASPOL TBC (Gerakan Aktif Skrining
dan Penemuan Kasus Tuberkulosis Terintegrasi) yaitu Skrining Aktif TBC "1
Rumah 1 Skrining".
Program "1 Rumah 1
Skrining" merupakan strategi penemuan kasus TBC secara aktif (Active Case
Finding), di mana petugas kesehatan tidak menunggu masyarakat datang ke
fasilitas kesehatan, tetapi mendatangi langsung rumah-rumah warga untuk
melakukan skrining terhadap seluruh anggota keluarga yang tinggal dalam satu
rumah.
Kegiatan ini bertujuan agar setiap
rumah tangga memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pemeriksaan awal
sehingga kasus TBC dapat ditemukan sedini mungkin, terutama pada kelompok yang
berisiko tinggi. Melalui pendekatan ini, diharapkan tidak ada penderita TBC
yang terlambat terdiagnosis maupun terlambat mendapatkan pengobatan.
Konsep
"1 Rumah 1 Skrining"
Program ini menerapkan prinsip bahwa
setiap rumah yang dikunjungi akan dilakukan skrining terhadap minimal satu
anggota keluarga, dan apabila ditemukan faktor risiko atau gejala TBC, maka
skrining diperluas kepada seluruh penghuni rumah. Pendekatan ini sangat efektif
karena sebagian besar penularan TBC terjadi di lingkungan rumah melalui kontak
erat dalam waktu yang lama.
Petugas kesehatan melakukan
kunjungan rumah secara sistematis berdasarkan pemetaan wilayah, data kontak
serumah pasien TBC, kelompok rentan, serta hasil surveilans kesehatan
masyarakat.
Pelaksanaan
Skrining Aktif
Saat
melakukan kunjungan rumah, petugas kesehatan melaksanakan beberapa tahapan,
yaitu:
1.
Pendataan
anggota keluarga
·
Mencatat
jumlah penghuni rumah.
·
Mengidentifikasi
kelompok rentan seperti balita, lansia, ibu hamil, penyandang penyakit kronis,
dan kontak serumah pasien TBC.
2. Wawancara skrining gejala TBC
Petugas menanyakan apakah ada anggota keluarga yang mengalami:
·
Batuk
selama 2 minggu atau lebih.
·
Batuk
berdarah.
·
Demam
berkepanjangan.
·
Berkeringat
pada malam hari.
·
Berat
badan menurun tanpa sebab yang jelas.
·
Nafsu
makan menurun.
·
Mudah
lelah.
3. Identifikasi faktor risiko
Petugas juga menggali informasi mengenai:
·
Riwayat
kontak dengan pasien TBC.
·
Kondisi
rumah (ventilasi, pencahayaan, kepadatan hunian).
·
Kebiasaan
merokok.
·
Riwayat
penyakit penyerta seperti diabetes melitus maupun HIV.
4. Pemeriksaan lanjutan bagi suspek TBC
Apabila ditemukan warga dengan gejala mengarah ke TBC, petugas akan:
·
Memberikan
pot dahak.
· Mengarahkan
pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM) sesuai indikasi.
·
Melakukan
tindak lanjut hingga hasil pemeriksaan diperoleh.
5. Edukasi kesehatan
Seluruh keluarga mendapatkan edukasi mengenai:
·
Cara
penularan TBC.
·
Gejala
yang harus diwaspadai.
·
Pentingnya
pengobatan sampai tuntas.
·
Etika
batuk.
·
Penggunaan
masker bagi penderita.
·
Pentingnya
ventilasi rumah dan paparan sinar matahari.
·
Gizi
seimbang untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
Manfaat Program "1 Rumah 1
Skrining"
Melalui kegiatan ini diharapkan dapat:
·
Menemukan
penderita TBC lebih cepat sebelum penyakit semakin berat.
·
Memutus
rantai penularan di lingkungan keluarga.
·
Meningkatkan
cakupan penemuan kasus TBC.
·
Menurunkan
angka keterlambatan diagnosis.
·
Meningkatkan
kesadaran masyarakat terhadap gejala TBC.
· Mendukung
keberhasilan pengobatan melalui pendampingan keluarga.
·
Mendukung
target nasional eliminasi TBC Indonesia.
Mengapa
Skrining Aktif Sangat Penting?
Tidak semua penderita TBC segera
datang ke fasilitas kesehatan. Sebagian menganggap batuk sebagai penyakit
biasa, sehingga diagnosis menjadi terlambat dan penularan terus berlangsung
kepada anggota keluarga maupun masyarakat sekitar.
Melalui Skrining Aktif "1 Rumah
1 Skrining", petugas kesehatan dapat menjangkau masyarakat secara
langsung, menemukan suspek TBC sejak dini, dan memastikan mereka segera
mendapatkan pemeriksaan serta pengobatan yang tepat.
Ayo
Dukung Inovasi GASPOL TBC
Keberhasilan eliminasi TBC tidak
hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan dukungan
seluruh masyarakat. Apabila petugas kesehatan datang melakukan skrining ke
rumah, sambutlah dengan baik dan berikan informasi yang jujur mengenai kondisi
kesehatan keluarga.
Ingat!
·
Batuk
selama 2 minggu atau lebih harus segera diperiksa.
·
Pemeriksaan
dan pengobatan TBC di Puskesmas gratis.
· TBC
dapat disembuhkan apabila minum obat secara teratur hingga selesai.
Dengan semangat "1 Rumah 1
Skrining", GASPOL TBC hadir untuk menemukan kasus lebih cepat, mengobati
hingga sembuh, dan bersama-sama mewujudkan masyarakat Kota Tangerang yang bebas
Tuberkulosis.
Pesona
Baru UPT Puskesmas Pasar baru
Tgl
22 Juli 2026
