Deteksi Dini TBC, UPT Puskesmas Jurumudi Baru Lakukan Test Cepat Molekular (TCM), X-ray dan Skrining

facebook sharing button
twitter sharing button
whatsapp sharing button
telegram sharing button
gmail sharing button
sharethis sharing button

Sebagai upaya untuk pemeriksaan deteksi dini penyakit Tuberkulosis (TBC), UPT Puskesmas Jurumudi Baru memberikan layanan Test Molekular (TCM) serta X-ray bertempat Kecamatan Benda, Selasa(17/1/2023).

Dalam rangka mendukung Gerakan Optimalisasi Penemuan Kasus Tuberkulosis (TBC) dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Upaya ini diharapkan dapat menekan laju penularan TBC dalam rangka menuju eliminasi TBC pada tahun 2030. Skrining TB merupakan prosedur pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui apakah seseorang terinfeksi TB atau tidak. TB merupakan infeksi bakteri serius. Infeksi ini terutama menyerang paru-paru, tapi juga dapat terjadi pada bagian lain tubuh.

Sebenarnya TBC itu biasanya ada di daerah yang padat, daerah kumuh, dan daerah yang PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) nya kurang, di situ potensi penularan TBC nya tinggi, Tercatat 51 kasus TBC yang ada di Kecamatan Benda. Tentunya setiap keluarga pasien yang kontak serumah minimal tiga orang diharuskan melakukan pemeriksaan dari skrining, Test Cepat Molekular (TCM), serta X-Ray dan Pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) pada kontak serumah.

Perlu diketahui, gejala-gejala awal muncul TBC pada seseorang dapat berupa batuk karena menyerang saluran pernapasan dan juga organ pernapasan, batuk berdahak terus-menerus selama 2 sampai 3 minggu atau lebih, kemudian sesak napas, nyeri pada dada, badan lemas dan rasa kurang enak badan, nafsu makan menurun, berat badan menurun, dan biasanya yang muncul adalah berkeringat pada waktu malam hari meskipun tidak melakukan kegiatan apapun.

Setiap orang kecenderungan sudah memiliki bakteri TB. Tetapi kalau selama kondisinya bagus maka tidak ada masalah. Karena penyakit TBC itu pada prinsipnya, kalau kondisinya bagus akan bisa sembuh sendiri dan kalau tidak bagus bisa disembuhkan dengan obat. Kunci agar tidak terserang penyakit TBC, kondisi tubuh harus tetap dalam konsisi seimbang. Dalam artian, stamina harus tetap terjaga dengan baik. Dari situlah kekebalan tubuh betul-betul akan melindui dirinya sendiri. Istirahat yang cukup dan makan yang bergizi. Selain itu tidak ada komorbid.

            Penanggung jawab Program TB,Siti Fajriah berharap agar dari pemeriksaan deteksi dini penyakit TBC ini jangan sampai ada kasus. Jika ada kasus bisa segera ditangani dengan cepat. “Kami menghimbau kepada yang lain, baik keluarga kontak serumah dengan pasien TB maupun komunitas bisa dengan sadar meminta untuk dilakukan skrining sebagai upaya deteksi dini penyakit TBC,” pungkasnya