DESENTRALISASI PASIEN TB RO DARI RSUD KOTA TANGERANG KE PUSKESMAS JURUMUDI BARU

facebook sharing button
twitter sharing button
whatsapp sharing button
telegram sharing button
gmail sharing button
sharethis sharing button

Puskesmas Jurumudi Baru Kota Tangerang Melaksanakan pertemuan Desentralisasi pengobatan pasien TB RO  di RSUD Kota Tangerang , Jumat (15/9/2023). Kegiatan ini dilaksanakan di ruang Poli RSUD Kota Tangerang sekaligus ruang Pengobatan TB DOTS

TBC RO atau Tuberculosis Resisten Obat adalah kondisi dimana bakteri Mycobacterium Tuberculosis kebal terhadap obat TB lini 1, akibatnya pasien yang mengalami TB RO harus melakukan kombinasi obat (obat lini 2). Evaluasi terhadap respon pengobatan pasien untuk mengidentifikasi secara dini berbagai masalah klinis maupun program sangat diperlukan agar mendapatkan tindak lanjut secara cepat dan tepat.

Dengan ditemukannya kasus TB RO (Resisten Obat), maka pihak Puskesmas Jurumudi Baru langsung merujuk pasien ke RSUD Kota Tangerang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Setelah Pasien dinyatakan TB RO langsung diberikan pengobatan tahap awal dan Pasien langsung dikembalikan lagi ke Faskes Puskesmas Jurumudi Baru untuk meneruskan pengobatan sampai tuntas.
 
TB-RO disebabkan oleh :

  1. Pasien yang tidak teratur menelan OAT sesuai panduan,
  2. Menghentikan pengobatan secara sepihak sebelum waktunya,
  3. Tidak memenuhi anjuran dokter/petugas kesehatan,
  4. Gangguan penyerapan obat atau
  5. Dapat disebabkan oleh tertular dari pasien TB-RO lainnya.

Dokter penanggung jawab program TB dr. Nurilia Taufiq menjelaskan Salah satu upaya evaluasi pengobatan dan manajemen klinis serta sharing pengalaman dari rumah sakit rujukan layanan pengobatan TB Resistan Obat (TB RO) untuk meningkatkan kualitas hasil pengobatan dan menurunkan angka lost to follow up setiap pasien TBC RO. Evaluasi terhadap respon pengobatan pasien untuk mengidentifikasi secara dini berbagai masalah klinis maupun program sangat diperlukan agar mendapatkan tindak lanjut secara cepat dan tepat.