Percepat Eliminasi TBC Puskesmas Jurumudi Baru Gelar ACF Disertai Pemeriksaan Rontgen
Dalam upaya
mempercepat penemuan kasus Tuberkulosis (TBC) dan memutus rantai penularan di
masyarakat, UPT
Puskesmas Jurumudi Baru menggelar kegiatan Active Case Finding (ACF)
Tuberkulosis
(TBC) di RT 03/05 Kelurahan Jurumudi Baru, Kamis (16/07/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 100 peserta yang berasal dari
kelompok masyarakat dengan risiko tinggi terkena Tuberkulosis.
Program
Active Case Finding (ACF) merupakan strategi jemput bola yang dilakukan untuk
menemukan kasus TBC sedini mungkin, sehingga penderita dapat segera memperoleh
pengobatan yang tepat dan mencegah penularan kepada orang lain. Pada kegiatan
ini, peserta tidak hanya menjalani skrining gejala dan wawancara kesehatan,
tetapi juga mendapatkan pemeriksaan rontgen dada (Chest X-Ray)
sebagai metode skrining yang lebih akurat dalam mendeteksi dugaan Tuberkulosis.
Peserta yang menjadi sasaran kegiatan
meliputi keluarga
atau kontak serumah pasien Tuberkulosis (TB), masyarakat yang mengalami gejala
TB seperti batuk selama dua minggu atau lebih, demam berkepanjangan, penurunan
berat badan, serta berkeringat pada malam hari, anak dengan kondisi stunting,
penyandang Diabetes Melitus (DM), perokok aktif, serta masyarakat penerima
Program Keluarga Harapan (PKH). Kelompok-kelompok tersebut
diprioritaskan karena memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terpapar maupun
mengalami Tuberkulosis.
Kepala UPT
Puskesmas Jurumudi Baru,dr Mikey menyampaikan bahwa deteksi dini merupakan
kunci utama dalam pengendalian Tuberkulosis.
"Melalui
kegiatan Active Case Finding ini, kami ingin memastikan masyarakat yang
memiliki faktor risiko mendapatkan akses pemeriksaan sedini mungkin. Dengan
dukungan pemeriksaan rontgen, proses skrining menjadi lebih optimal sehingga
kasus TB dapat ditemukan lebih cepat, ditindaklanjuti dengan pemeriksaan
lanjutan apabila diperlukan, dan segera mendapatkan pengobatan sesuai standar.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mendukung target
eliminasi Tuberkulosis," ujarnya.
Sementara Lurah
Jurumudi Baru, Abdul Wahab, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan
kegiatan ACF Tuberkulosis yang menjadi bentuk sinergi antara pemerintah
kelurahan dan sektor kesehatan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
"Kami mengucapkan
terima kasih kepada UPT Puskesmas Jurumudi Baru atas penyelenggaraan kegiatan
Active Case Finding Tuberkulosis di wilayah RT 03/05. Program ini sangat
bermanfaat karena memberikan kesempatan kepada masyarakat, khususnya kelompok
yang berisiko, untuk memperoleh pemeriksaan kesehatan secara langsung, termasuk
pemeriksaan rontgen. Kami berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya
deteksi dini dan tidak ragu memeriksakan diri apabila mengalami gejala
Tuberkulosis. Pemerintah Kelurahan Jurumudi Baru akan terus mendukung setiap
program kesehatan demi mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan bebas
dari TBC."
Selain
pemeriksaan kesehatan, petugas juga memberikan edukasi mengenai tanda dan
gejala Tuberkulosis, cara penularan, pentingnya etika batuk, perilaku hidup
bersih dan sehat (PHBS), serta pentingnya menyelesaikan pengobatan hingga
tuntas bagi pasien TB. Edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran
masyarakat untuk segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala maupun
memiliki riwayat kontak erat dengan pasien Tuberkulosis.
Melalui kegiatan ini, UPT
Puskesmas Jurumudi Baru berharap semakin banyak kasus Tuberkulosis dapat
ditemukan pada tahap awal sehingga pengobatan dapat dimulai lebih cepat, angka
penularan dapat ditekan, dan kualitas kesehatan masyarakat terus meningkat.
Keberhasilan eliminasi Tuberkulosis memerlukan kolaborasi seluruh pihak, mulai
dari tenaga kesehatan, pemerintah, hingga partisipasi aktif masyarakat dalam
melakukan deteksi dini dan menjalani pengobatan secara tuntas.
