Percepat Eliminasi TBC Puskesmas Jurumudi Baru Gelar ACF Disertai Pemeriksaan Rontgen

facebook sharing button
twitter sharing button
whatsapp sharing button
telegram sharing button
gmail sharing button
sharethis sharing button

Dalam upaya mempercepat penemuan kasus Tuberkulosis (TBC) dan memutus rantai penularan di masyarakat, UPT Puskesmas Jurumudi Baru menggelar kegiatan Active Case Finding (ACF) Tuberkulosis (TBC) di RT 03/05 Kelurahan Jurumudi Baru, Kamis (16/07/2026). Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 100 peserta yang berasal dari kelompok masyarakat dengan risiko tinggi terkena Tuberkulosis.

Program Active Case Finding (ACF) merupakan strategi jemput bola yang dilakukan untuk menemukan kasus TBC sedini mungkin, sehingga penderita dapat segera memperoleh pengobatan yang tepat dan mencegah penularan kepada orang lain. Pada kegiatan ini, peserta tidak hanya menjalani skrining gejala dan wawancara kesehatan, tetapi juga mendapatkan pemeriksaan rontgen dada (Chest X-Ray) sebagai metode skrining yang lebih akurat dalam mendeteksi dugaan Tuberkulosis.

Peserta yang menjadi sasaran kegiatan meliputi keluarga atau kontak serumah pasien Tuberkulosis (TB), masyarakat yang mengalami gejala TB seperti batuk selama dua minggu atau lebih, demam berkepanjangan, penurunan berat badan, serta berkeringat pada malam hari, anak dengan kondisi stunting, penyandang Diabetes Melitus (DM), perokok aktif, serta masyarakat penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Kelompok-kelompok tersebut diprioritaskan karena memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terpapar maupun mengalami Tuberkulosis.

Kepala UPT Puskesmas Jurumudi Baru,dr Mikey menyampaikan bahwa deteksi dini merupakan kunci utama dalam pengendalian Tuberkulosis.

"Melalui kegiatan Active Case Finding ini, kami ingin memastikan masyarakat yang memiliki faktor risiko mendapatkan akses pemeriksaan sedini mungkin. Dengan dukungan pemeriksaan rontgen, proses skrining menjadi lebih optimal sehingga kasus TB dapat ditemukan lebih cepat, ditindaklanjuti dengan pemeriksaan lanjutan apabila diperlukan, dan segera mendapatkan pengobatan sesuai standar. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mendukung target eliminasi Tuberkulosis," ujarnya.

Sementara Lurah Jurumudi Baru, Abdul Wahab, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ACF Tuberkulosis yang menjadi bentuk sinergi antara pemerintah kelurahan dan sektor kesehatan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada UPT Puskesmas Jurumudi Baru atas penyelenggaraan kegiatan Active Case Finding Tuberkulosis di wilayah RT 03/05. Program ini sangat bermanfaat karena memberikan kesempatan kepada masyarakat, khususnya kelompok yang berisiko, untuk memperoleh pemeriksaan kesehatan secara langsung, termasuk pemeriksaan rontgen. Kami berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya deteksi dini dan tidak ragu memeriksakan diri apabila mengalami gejala Tuberkulosis. Pemerintah Kelurahan Jurumudi Baru akan terus mendukung setiap program kesehatan demi mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan bebas dari TBC."

Selain pemeriksaan kesehatan, petugas juga memberikan edukasi mengenai tanda dan gejala Tuberkulosis, cara penularan, pentingnya etika batuk, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta pentingnya menyelesaikan pengobatan hingga tuntas bagi pasien TB. Edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala maupun memiliki riwayat kontak erat dengan pasien Tuberkulosis.

Melalui kegiatan ini, UPT Puskesmas Jurumudi Baru berharap semakin banyak kasus Tuberkulosis dapat ditemukan pada tahap awal sehingga pengobatan dapat dimulai lebih cepat, angka penularan dapat ditekan, dan kualitas kesehatan masyarakat terus meningkat. Keberhasilan eliminasi Tuberkulosis memerlukan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari tenaga kesehatan, pemerintah, hingga partisipasi aktif masyarakat dalam melakukan deteksi dini dan menjalani pengobatan secara tuntas.